Minggu, 24 Mei 2026

Jelang Mudik Idulfitri, Warga Diminta Waspada Penularan Campak

Sabtu, 14 Maret 2026 11:06 WIB
Jelang Mudik Idulfitri, Warga Diminta Waspada Penularan Campak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Vini Adiani menyampaikan keterangan terkait kewaspadaan penularan penyakit campak menjelang arus mudik Idulfitri di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Masyarakat Jawa Barat (Jabar) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak menjelang mudik Idulfitri 2026.


Hal ini mengingat jumlah kasus campak di Jabar pada 2025 melonjak signifikan, tercatat 1.785 kasus dibandingkan 271 kasus pada tahun sebelumnya.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, pada Januari hingga Februari 2026, tercatat 252 kasus campak di berbagai wilayah provinsi.


Dilansir dari laman Jabarprov, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.


Penularan bisa terjadi melalui percikan batuk atau bersin penderita, kontak langsung dengan orang sakit, maupun menyentuh benda yang terkontaminasi virus campak. Satu penderita campak berpotensi menularkan penyakit ke 12–18 orang lainnya.


“Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang besar serta pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit ini karena tingkat penularannya sangat tinggi,” ujar Vini, Rabu.


Upaya paling efektif untuk mencegah penularan campak adalah dengan melengkapi imunisasi sampai dosis kedua, terutama bagi anak usia 9–59 bulan.


Saat ini, sejumlah wilayah di Jabar sedang melaksanakan CUC (Catch Up Campaign) atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menangani kasus campak. Sasaran utama program ini adalah anak-anak di rentang usia tersebut.


Vini menambahkan, masyarakat dapat membawa anak-anak mereka untuk imunisasi campak di posyandu, puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, maupun Pos Pelayanan Mudik yang disediakan pemerintah.


Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), termasuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, dan melakukan isolasi mandiri jika muncul gejala. Gejala campak yang harus diwaspadai antara lain demam tinggi disertai ruam merah di kulit.


“Dengan imunisasi lengkap dan penerapan pola hidup bersih, penularan campak dapat dicegah, sekaligus memastikan mudik Idulfitri aman bagi anak-anak dan keluarga,” pungkas Vini. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
komentar
beritaTerbaru