Sabtu, 11 Juli 2026

Jelang Mudik Idulfitri, Warga Diminta Waspada Penularan Campak

Sabtu, 14 Maret 2026 11:06 WIB
Jelang Mudik Idulfitri, Warga Diminta Waspada Penularan Campak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Vini Adiani menyampaikan keterangan terkait kewaspadaan penularan penyakit campak menjelang arus mudik Idulfitri di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Masyarakat Jawa Barat (Jabar) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak menjelang mudik Idulfitri 2026.


Hal ini mengingat jumlah kasus campak di Jabar pada 2025 melonjak signifikan, tercatat 1.785 kasus dibandingkan 271 kasus pada tahun sebelumnya.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, pada Januari hingga Februari 2026, tercatat 252 kasus campak di berbagai wilayah provinsi.


Dilansir dari laman Jabarprov, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.


Penularan bisa terjadi melalui percikan batuk atau bersin penderita, kontak langsung dengan orang sakit, maupun menyentuh benda yang terkontaminasi virus campak. Satu penderita campak berpotensi menularkan penyakit ke 12–18 orang lainnya.


“Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang besar serta pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit ini karena tingkat penularannya sangat tinggi,” ujar Vini, Rabu.


Upaya paling efektif untuk mencegah penularan campak adalah dengan melengkapi imunisasi sampai dosis kedua, terutama bagi anak usia 9–59 bulan.


Saat ini, sejumlah wilayah di Jabar sedang melaksanakan CUC (Catch Up Campaign) atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menangani kasus campak. Sasaran utama program ini adalah anak-anak di rentang usia tersebut.


Vini menambahkan, masyarakat dapat membawa anak-anak mereka untuk imunisasi campak di posyandu, puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, maupun Pos Pelayanan Mudik yang disediakan pemerintah.


Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), termasuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, dan melakukan isolasi mandiri jika muncul gejala. Gejala campak yang harus diwaspadai antara lain demam tinggi disertai ruam merah di kulit.


“Dengan imunisasi lengkap dan penerapan pola hidup bersih, penularan campak dapat dicegah, sekaligus memastikan mudik Idulfitri aman bagi anak-anak dan keluarga,” pungkas Vini. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong
Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru