Senin, 06 April 2026

Pemkot Bandung Gandeng Camat untuk Tekan 18.846 Kasus TBC

EM Bukit MKes - Sabtu, 21 Februari 2026 11:12 WIB
Pemkot Bandung Gandeng Camat untuk Tekan 18.846 Kasus TBC
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain bersama jajaran dan para camat berfoto bersama usai sosialisasi pengendalian Tuberkulosis di Auditorium Balai Kota Bandung, Kamis (19/2/2026). (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung melibatkan camat, lurah, dan forum RW dalam upaya pengendalian Tuberkulosis (TBC). Strategi ini dilakukan untuk mempercepat penurunan 18.846 kasus TBC di kota tersebut, Kamis, di Auditorium Balai Kota Bandung.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan bahwa pengendalian TBC menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Republik Indonesia, sehingga keterlibatan kewilayahan sangat krusial.

“Karena itu kita mengundang kewilayahan. Program ini melibatkan kita semua,” ujarnya.

Dalam program ini, dilansir dari laman Jabarprov, camat dan lurah didorong untuk menjalankan strategi 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, agar penemuan dan pengobatan kasus TBC dapat dilakukan secara menyeluruh.

Iskandar menegaskan bahwa pasien TBC wajib menjalani pengobatan selama enam bulan tanpa terputus untuk memutus rantai penularan.

“Kalau satu orang terkena, bukan hanya dia yang dites, tetapi orang-orang di sekelilingnya juga harus diperiksa. Pengobatannya pun harus tuntas, kurang lebih enam bulan dan tidak boleh terputus,” katanya.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat 18.846 kasus TBC, angka yang belum menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini mendorong pemerintah daerah memperluas intervensi.

“Kita tidak ingin hanya menjaga agar tidak naik. Harus turun,” tegas Zulkarnain.

Pemkot Bandung juga memperkuat gerakan Bersama Mengakhiri TBC, program TOS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh), terapi pencegahan TBC, serta pembentukan Kelurahan Siaga TBC di setiap wilayah untuk memastikan pengendalian lebih terstruktur dan efektif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menambahkan bahwa dukungan kewilayahan menentukan percepatan penanganan kasus di tingkat kecamatan.

“Dinas Kesehatan tidak mampu melakukannya sendiri. Kota Bandung harus bergerak lebih cepat dan lebih masif,” ujar Sony.

Selain itu, Dinas Kesehatan menggelar lokakarya mini Puskesmas setiap bulan untuk mengevaluasi capaian dan memperbaiki penanganan secara berkelanjutan.

Langkah kolaboratif ini menargetkan penurunan kasus TBC melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pengawasan terintegrasi di seluruh wilayah Kota Bandung. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar