Sabtu, 22 Agustus 2026

Sistem Kesehatan Nasional Diperkuat, Kemenkes dan WHO Sepakati Grant Agreement 2026-2027

Jumat, 20 Februari 2026 11:06 WIB
Sistem Kesehatan Nasional Diperkuat, Kemenkes dan WHO Sepakati Grant Agreement 2026-2027
Kementerian Kesehatan RI bersama WHO menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 di Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027.

Langkah strategis ini bertujuan memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional, sekaligus mendukung pencapaian target kesehatan dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kerja sama ini sejalan dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025–2029, serta enam pilar transformasi kesehatan nasional.

Melalui perjanjian ini, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar USD 14.859.366 dalam bentuk hibah uang, barang, dan jasa untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan selama periode biennium.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin erat antara Kemenkes dan WHO.

Menurutnya, dukungan WHO berkontribusi signifikan pada penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem ketahanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Kunta, Rabu.

Lebih lanjut, dilansir dari laman Kemenkes, Sekjen Kunta menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi yang erat dengan seluruh unit teknis penerima hibah.

Ia berharap WHO terus memberikan dukungan teknis dan kebijakan, khususnya dalam penguatan kapasitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi program agar selaras dengan indikator kinerja utama Kementerian Kesehatan.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan mempercepat implementasi kegiatan yang telah disepakati serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Langkah ini juga mendukung pencapaian target kesehatan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi ini, pemerintah optimistis sistem kesehatan Indonesia akan semakin tangguh, merata, dan mampu menjawab tantangan kesehatan di era modern, termasuk menghadapi pandemi, penyakit menular, dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
WHO
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan Rp50 Miliar untuk Modal UMKM Tahun 2027
Bareskrim Bongkar Penipuan Email Bisnis Lintas Negara, Korban Rugi Rp5,6 Miliar
Menkes: Keselamatan Korban Jadi Prioritas Pascagempa NTT
Densus 88 dan Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Vietnam vs Thailand di Final Piala AFF 2026: Duel Dua Raksasa Asia Tenggara
komentar
beritaTerbaru