Selasa, 26 Mei 2026

Program CKG Perkuat Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat di Sekolah

Jumat, 13 Februari 2026 11:18 WIB
Program CKG Perkuat Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat di Sekolah
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada siswa saat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah IPEKA Sunter, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan dampak positif di tingkat wilayah, khususnya di lingkungan pendidikan.


Di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, lebih dari 90 persen sekolah telah melaksanakan CKG dari total 198 sekolah yang ada. Capaian tersebut menjadi bagian dari peringatan satu tahun pelaksanaan program nasional tersebut.


Dilansir dari laman Kemenkes, Kepala Puskesmas Tanjung Priok, dr Vita, menyampaikan bahwa implementasi CKG di wilayahnya telah menjangkau mayoritas satuan pendidikan dan berjalan secara bertahap.


“Hari ini merupakan peringatan satu tahun pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis. Dari 198 sekolah yang ada di Kecamatan Tanjung Priok, lebih dari 90 persen sudah melaksanakan CKG,” ujar dr Vita, Selasa.


Menurutnya, pelaksanaan CKG di sekolah tidak hanya bertujuan mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan pada peserta didik, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran hidup sehat sejak usia dini.


Dampak program tersebut turut dirasakan para siswa. Nathan (16), siswa Sekolah IPEKA Sunter yang telah mengikuti CKG untuk kedua kalinya, mengaku pemeriksaan kesehatan membantunya mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dini.


“Saya mendapatkan masukan dari beberapa dokter, salah satunya kondisi mata saya yang menganjurkan saya untuk segera ke dokter karena faktanya memang minusnya bertambah banyak. Terima kasih untuk program ini, dan saya merasa terbantu,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Callista (17), siswi Sekolah IPEKA Sunter. Ia mengatakan hasil pemeriksaan membuatnya lebih memahami kondisi kesehatannya sekaligus mendorong perubahan pola hidup.


“Melalui CKG akhirnya saya tahu bahwa mata saya ada sedikit kekurangan dalam melihat jarak jauh dan dianjurkan untuk memakan buah dan sayur serta semakin rajin berolahraga. Menurut saya CKG ini bermanfaat untuk saya,” kata Callista.


Pelaksanaan CKG di sekolah dinilai tidak hanya berfungsi sebagai skrining kesehatan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan perilaku hidup sehat. Pemeriksaan yang disertai edukasi mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya serta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.


Kementerian Kesehatan menempatkan CKG sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan jangka panjang yang dimulai dari lingkungan pendidikan dan komunitas. Pendekatan yang diterapkan mencakup aspek preventif, deteksi dini, hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan.


Dengan capaian yang terus meningkat, CKG diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih sadar kesehatan serta menekan risiko penyakit sejak dini melalui perubahan perilaku yang berkelanjutan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Arsenal Tutup Musim dengan Kemenangan, Resmi Angkat Trofi Premier League
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
komentar
beritaTerbaru