Senin, 06 April 2026

Setelah Satu Tahun, Layanan Cek Kesehatan Gratis Masuk Tahap Pengobatan Nyata

EM Bukit MKes - Jumat, 13 Februari 2026 11:12 WIB
Setelah Satu Tahun, Layanan Cek Kesehatan Gratis Masuk Tahap Pengobatan Nyata
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan warga saat meninjau pelaksanaan satu tahun Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (10/2/2026). (Dok/Kemenkes)

Semarang (buseronline.com) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dampak signifikan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.


Setelah berjalan satu tahun, pemerintah menegaskan bahwa program ini tidak lagi sekadar berfokus pada deteksi dini penyakit, tetapi juga memastikan masyarakat langsung mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.


Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, perubahan pendekatan tersebut menjadi pembeda utama pelaksanaan CKG tahun ini dibandingkan sebelumnya.


“Yang paling penting sekarang, cek kesehatan gratis itu bukan hanya dicek, tapi juga diobati. Kalau tekanan darahnya normal tidak perlu diobati, tapi kalau tinggi harus diobati. Gula darah juga sama, kalau tinggi harus langsung diobati,” ujar Menkes saat meninjau pelaksanaan satu tahun CKG di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa.


Menurutnya, dilansir dari laman Kemenkes, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes kerap dianggap sepele karena tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut dapat berujung pada komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, hingga penyakit jantung.


Selain memastikan pengobatan, Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, minimal satu kali setiap tahun, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit kronis.


“Cek kesehatan gratis itu harus dilakukan setiap tahun sekali. Apalagi kalau sudah punya darah tinggi atau gula, itu wajib rutin,” kata Budi.


Pelaksanaan CKG kini juga diperluas tidak hanya di puskesmas, tetapi menjangkau sekolah, tempat kerja, serta berbagai institusi lainnya. Perluasan layanan tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat.


Di Kota Semarang, RSUP dr Kariadi bersama pemerintah daerah bahkan mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan melaksanakan CKG di 53 perusahaan dalam waktu kurang dari lima hari.


“Kalau karyawannya sehat, keuangannya juga sehat. Jangan tunggu sakit baru periksa,” ujarnya.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga awal 2026 lebih dari 4,5 juta masyarakat telah mengikuti program CKG. Fokus utama pemeriksaan dan pengobatan meliputi hipertensi, diabetes, obesitas, serta masalah kesehatan gigi yang masih menjadi keluhan di berbagai kelompok usia.


Menkes menegaskan, tujuan akhir program CKG adalah mencegah keterlambatan penanganan penyakit melalui deteksi dan terapi yang cepat serta tepat.


“Tujuan akhirnya sederhana, jangan sampai masyarakat terlambat berobat. Jalur utama agar masyarakat sehat bukan hanya tahu, tapi benar-benar memastikan kita tidak sedang kurang sehat,” pungkasnya.


Program CKG diharapkan terus diperluas dan diperkuat sebagai langkah preventif dan kuratif dalam membangun sistem kesehatan nasional yang lebih responsif dan berkelanjutan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar