Senin, 06 April 2026

Program CKG Dinilai Sukses Berkat Follow Up Temuan Kritis, Bukan Hanya Jumlah Peserta

EM Bukit MKes - Kamis, 12 Februari 2026 11:18 WIB
Program CKG Dinilai Sukses Berkat Follow Up Temuan Kritis, Bukan Hanya Jumlah Peserta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah tidak hanya berfokus pada banyaknya masyarakat yang mengikuti skrining, tetapi lebih pada kecepatan dan ketepatan tindak lanjut terhadap temuan kasus kesehatan.

Pemerintah menegaskan, esensi program ini terletak pada penanganan medis lanjutan agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih serius.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang 2025 program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Bidang Kesehatan tersebut telah menjangkau 70 juta peserta di 10.225 puskesmas di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan keberhasilan CKG tidak bisa diukur hanya dari angka partisipasi, melainkan dari sejauh mana peserta yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan mendapatkan pengobatan atau rujukan medis secara cepat.

“Yang penting itu follow up-nya. Setelah cek, kemudian tindak lanjutnya itu yang harus dijaga. Kalau ada yang tensinya tinggi, langsung dikonsultasikan ke poli dan diberikan obat supaya tidak hilang nanti,” ujar Pratikno saat meninjau satu tahun pelaksanaan CKG di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa.

Menurutnya, skrining kesehatan hanya langkah awal. Tanpa tata laksana lanjutan yang efektif, tujuan pencegahan penyakit dan penurunan risiko komplikasi tidak akan tercapai.

Data dari Puskesmas Kecamatan Cilandak menunjukkan pentingnya sistem tindak lanjut tersebut. Dari total 81.573 peserta yang diperiksa selama 2025, sebanyak 17,05 persen atau sekitar 13.908 orang dinyatakan membutuhkan tindakan medis langsung di puskesmas.

Sementara 1,85 persen atau lebih dari 1.500 kasus harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. Artinya, hampir 19 persen hasil skrining memerlukan intervensi medis segera.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menegaskan sistem CKG kini dirancang agar tidak ada kasus yang terlewat setelah pemeriksaan.

“CKG bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga melakukan tata laksana lanjutan dari hasil CKG. Jadi ini bukan sekadar deteksi, melainkan benar-benar perawatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat langsung ditangani di puskesmas melalui pemberian terapi. Sedangkan kasus kritis, seperti kekurangan enzim pada bayi baru lahir maupun penyakit jantung bawaan, segera dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan.

Pada pelaksanaan 2026, dilansir dari laman Kemenkes, pemerintah memperkuat program dengan memperluas cakupan skrining. Selain talasemia untuk balita usia dua tahun dan siswa kelas 7, CKG juga menambah deteksi kanker paru, kanker usus besar, serta penyakit kulit menular seperti kusta, skabies, dan frambusia.

Seluruh temuan pemeriksaan akan disertai protokol pengobatan atau rujukan yang jelas, sehingga deteksi dini benar-benar berdampak pada penurunan beban penyakit masyarakat.

Untuk meningkatkan jangkauan, tim CKG juga aktif mendatangi tempat berkumpulnya masyarakat, seperti kantor, sekolah, dan komunitas. Dengan sistem rujukan yang terintegrasi, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga segera memperoleh pengobatan sejak dini.

Melalui pendekatan preventif dan proaktif ini, CKG diharapkan mampu menjadi garda depan pencegahan penyakit sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar