Senin, 06 April 2026

Kemenkes RI dan KOBAR Dorong Kerja Sama ASEAN untuk Tanggulangi Dengue

EM Bukit MKes - Kamis, 12 Februari 2026 11:12 WIB
Kemenkes RI dan KOBAR Dorong Kerja Sama ASEAN untuk Tanggulangi Dengue
Para delegasi dan perwakilan negara ASEAN berfoto bersama dalam pembukaan Forum Regional Dengue bertajuk Advancing Collaboration on Dengue Prevention and Control di Jakarta, Senin (9/2/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue mengajak negara-negara ASEAN memperkuat kolaborasi regional dalam upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue (DBD).


Seruan tersebut disampaikan dalam Forum Regional Dengue bertajuk Advancing Collaboration on Dengue Prevention and Control yang digelar di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin.


Forum ini menjadi wadah pertemuan lintas negara untuk mempercepat langkah konkret mewujudkan visi “Nol Kematian akibat Dengue” melalui penguatan kebijakan berbasis bukti, inovasi teknologi, serta kerja sama kawasan.


Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Asnawi Abdullah, mengatakan Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengendalian dengue melalui strategi adaptif dan terintegrasi.


Ia memaparkan, angka insidensi dengue nasional berhasil ditekan dari 92 kasus per 100.000 penduduk pada 2024 menjadi 57 kasus per 100.000 penduduk pada 2025.


Menurutnya, dilansir dari laman Kemenkes, capaian tersebut diraih melalui perluasan teknologi Wolbachia untuk menekan populasi nyamuk pembawa virus, peningkatan cakupan vaksinasi, serta penguatan surveilans dan respons cepat di daerah.


“Dengan kebijakan berbasis bukti dan solidaritas ASEAN, Zero Dengue Deaths bukan lagi sekadar visi. Ini adalah tujuan yang dapat kita capai bersama,” tegas Asnawi dalam sambutannya.


Sejalan dengan itu, Ketua Umum KOBAR Lawan Dengue, Suir Syam, menilai penanggulangan dengue tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi nonpemerintah.


Ia menegaskan KOBAR dibentuk sebagai wadah kolaborasi multi-pihak guna memperkuat respons nasional sekaligus mendorong kebijakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.


“KOBAR dibangun sebagai koalisi multi-pemangku kepentingan untuk memperkuat respon nasional dan mendorong kebijakan yang lebih terintegrasi. Kami percaya bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks seperti dengue ini,” ujar Suir.


Forum regional ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari delegasi negara-negara ASEAN, Sekretariat ASEAN, perwakilan organisasi internasional seperti WHO, pemerintah daerah, akademisi, hingga sektor swasta.


Kehadiran para delegasi diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi bersama yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi diwujudkan dalam kerja sama nyata untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.


Melalui sinergi lintas negara dan lintas sektor tersebut, Indonesia berharap upaya pengendalian dengue dapat semakin efektif, sekaligus mempercepat terwujudnya kawasan ASEAN yang lebih tangguh menghadapi ancaman penyakit menular. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar