Pati (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Pati memastikan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pengaktifan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG). Satgas ini akan melakukan inspeksi untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan program sesuai ketentuan dan standar pelayanan.
Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meresmikan SPPG Yayasan Masda Putra Abadi di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, Jumat.
“Kami akan melakukan sidak ke SPPG-SPPG yang dilaporkan masyarakat. Semua harus sesuai standar, agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat,” tegas Chandra.
Terkait peresmian SPPG Yayasan Masda Putra Abadi, dilansir dari laman Jatengprov, Plt Bupati menilai bahwa SPPG ini telah memenuhi standar operasional, mulai dari sarana pengolahan hingga sistem pembuangan air. Ia berharap SPPG tersebut dapat menjadi teladan bagi SPPG lainnya, khususnya dalam pemanfaatan bahan baku lokal untuk mendukung potensi daerah.
“Alhamdulillah, SPPG ini dimotori langsung oleh pendiri pondok pesantren, sehingga saya tidak khawatir. Fasilitas hingga sanitasi sudah memenuhi standar, dan komitmen pengelola sangat luar biasa, karena makanan harus dihabiskan untuk penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda sekaligus Rektor IPMAFA, Abdul Ghaffar Rozin, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal keberlangsungan SPPG. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik, pemenuhan persyaratan administratif, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran.
“SPPG ini adalah wajah pesantren, kampus, dan pengabdian kepada masyarakat. Apa yang diterima dari pemerintah harus dibelanjakan sebaik-baiknya untuk penerima manfaat. Kami juga meminta pengelola aktif berkoordinasi dengan masyarakat dan aparatur, serta memastikan keamanan pangan dari bahan baku hingga distribusi,” ungkap Abdul Ghaffar.
Dengan langkah pengawasan melalui Satgas MBG, Pemkab Pati berharap seluruh SPPG dapat memberikan layanan gizi yang optimal, aman, dan bermanfaat bagi penerima, sehingga program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan tepat sasaran. (R)
beritaTerkait
komentar