Minggu, 21 Juni 2026

Pengurus PMI Kabupaten Semarang Diingatkan Prioritaskan Program Realistis

Selasa, 10 Februari 2026 11:12 WIB
Pengurus PMI Kabupaten Semarang Diingatkan Prioritaskan Program Realistis
Bupati Semarang Ngesti Nugraha (tengah) bersama jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang usai pembukaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI di aula Rumah Kemasan, kompleks PLUT Semarang, Sabtu (7/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang yang baru terpilih diminta untuk mengutamakan program kerja yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam bentuk bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Semarang di aula Rumah Kemasan, kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Sabtu.

“PMI harus tampil di depan, terutama saat terjadi bencana, bersama BPBD dan instansi terkait lainnya. Kerja sama dengan pemerintah daerah, DPRD, serta pihak swasta harus dimaksimalkan agar kinerja PMI semakin baik,” tegas Bupati Ngesti.

Bupati juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui Klinik PMI. PMI diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung pemanfaatan dana jaminan kesehatan melalui program BPJS, yang pada tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp6 M oleh APBD Kabupaten Semarang.

Sementara itu, dilansir dari laman Jatengprov, Ketua PMI Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2031, Moh Taufik, menyatakan akan menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh.

“Kami akan fokus pada bantuan sosial yang dibutuhkan masyarakat sesuai arahan bupati. Besarannya akan dimaksimalkan agar lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ujar Taufik.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PMI Jawa Tengah, Prof Adji Samekto, mengingatkan agar ketua dan pengurus baru cermat dalam menentukan program kegiatan. Menurutnya, tuntutan masyarakat kini semakin kritis terhadap kinerja badan publik.

“Laksanakan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Salah menempatkan program bisa menjadi viral, karena masyarakat saat ini memiliki kedaulatan informasi melalui media sosial,” pungkas Prof Adji.

Musyawarah Kabupaten PMI Kabupaten Semarang menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PMI dalam pelayanan sosial dan kesehatan, sekaligus memastikan seluruh program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Polri Dampingi PT MRT Jakarta Tingkatkan Sistem Keamanan Jelang Re-Sertifikasi SMP
Sambut HUT ke-80 Polri, RS Bhayangkara Watukosek Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Masyarakat
KPK Siap Tarik Kembali Aset Rampasan Korupsi yang Tak Dirawat
Bootcamp Wiramuda Hebat 2026 Resmi Dibuka, 40 Pemuda Garut Ditempa Jadi Wirausahawan Tangguh
Pemprov Sumut Tegaskan Pengadaan Transparan dan Percepat Proyek Infrastruktur Strategis
Prabowo Dukung Penuh Pengembangan Timnas dan Pencalonan Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026
komentar
beritaTerbaru