Senin, 06 April 2026

RI dan Arab Saudi Bersinergi Laksanakan Operasi Jantung di RSJPD Harapan Kita

EM Bukit MKes - Minggu, 08 Februari 2026 11:12 WIB
RI dan Arab Saudi Bersinergi Laksanakan Operasi Jantung di RSJPD Harapan Kita
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Amodi dan jajaran RSJPD Harapan Kita dalam jumpa pers kolaborasi operasi jantung RI–Arab Saudi di Jakarta, Jumat (6/2/2026). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Beban biaya pengobatan penyakit jantung di Indonesia masih menjadi persoalan serius, terutama bagi pasien anak dengan penyakit jantung bawaan. Tingginya biaya tindakan medis berteknologi tinggi membuat banyak kasus belum tertangani secara optimal.

Di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, rata-rata biaya satu kali operasi jantung anak dapat mencapai sekitar Rp100 juta. Sementara itu, pembiayaan melalui BPJS Kesehatan hanya mampu menanggung sekitar 30 persen atau sekitar Rp30 juta dari total biaya tindakan, sehingga selisihnya harus ditanggung oleh pihak rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, saat Jumpa Pers Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) di RSJPD Harapan Kita, Jumat.

“Biaya memang menjadi kendala utama. Dari sekitar 50 ribu kasus baru penyakit jantung bawaan setiap tahun, yang bisa tertangani baru sekitar 5 ribu anak. Sisanya masih harus menunggu karena keterbatasan tenaga medis dan mahalnya alat kesehatan berteknologi tinggi,” ujar Dante.

Ia menjelaskan, alat medis seperti Contegra maupun Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) memiliki harga yang sangat tinggi, sehingga berdampak langsung pada keterbatasan layanan, terutama untuk kasus-kasus kompleks.

Di tengah tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi dukungan kemanusiaan dari KSR yang telah berjalan sejak September 2023. Pada bakti sosial tahun ini yang berlangsung pada 2–6 Februari 2026, KSR bersama RSJPD Harapan Kita menangani empat pasien dewasa melalui prosedur TAVI serta 31 pasien anak untuk bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.

Selain pelayanan medis, dilansir dari laman Kemenkes, kegiatan tersebut juga diisi dengan program transfer of knowledge melalui kuliah tamu dan pendampingan langsung dari para pakar jantung asal Arab Saudi kepada tenaga kesehatan Indonesia.

Wamenkes Dante menambahkan, hingga saat ini dukungan KSR telah membantu penanganan sekitar 260 kasus dengan total nilai bantuan mencapai Rp62 M. Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong agar BPJS Kesehatan dapat meningkatkan porsi pembiayaan untuk tindakan katastropik seperti operasi jantung.

“Pemerintah berupaya agar ke depan pembiayaan BPJS untuk kasus-kasus berat bisa lebih besar, sehingga rumah sakit tidak menanggung beban terlalu berat dan akses masyarakat terhadap layanan jantung semakin terbuka,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menyampaikan bahwa rumah sakit rujukan nasional tersebut tidak dapat menanggung seluruh beban pembiayaan secara mandiri, mengingat sekitar 90 persen pasien yang dilayani merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Layanan jantung, terutama untuk kasus kompleks, membutuhkan teknologi dan alat medis berbiaya tinggi. Dukungan dari KSR sangat membantu agar kami tetap bisa memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,” kata Iwan.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Amodi, menyampaikan bahwa program kemanusiaan ini merupakan arahan langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

“Program ini mencerminkan eratnya hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia, sekaligus wujud kepedulian terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak,” ungkap Faisal.

Ke depan, kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan operasi jantung, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta pengembangan layanan jantung anak di berbagai daerah. Dengan demikian, beban biaya dapat ditekan dan akses masyarakat terhadap pengobatan jantung semakin luas dan merata. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar