Jakarta (buseronline.com) - Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita semakin memperkuat layanan jantung nasional melalui dukungan kemanusiaan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR).
Bantuan ini meliputi penanganan medis dan alat kesehatan habis pakai berbiaya tinggi, termasuk Contegra untuk penyakit jantung bawaan serta Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) untuk terapi penyakit jantung koroner dan kelainan katup jantung.
Dukungan tersebut membuka akses lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan jantung berteknologi tinggi sekaligus mengukuhkan RSJPD Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional kardiovaskular.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, dilansir dari laman Kemenkes, RSJPD Harapan Kita melayani pasien dari seluruh Indonesia dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Untuk layanan bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan, rumah sakit ini melakukan sekitar 1.000–1.300 operasi per tahun, dengan 90% tindakan dibiayai melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menegaskan pentingnya dukungan filantropi internasional dalam menjaga keberlanjutan layanan jantung nasional.
“Layanan jantung, terutama untuk kasus kompleks, membutuhkan teknologi dan alat medis berbiaya tinggi, sementara mayoritas pasien kami adalah peserta JKN. Dukungan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre sangat membantu agar rumah sakit tetap dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,” ujar Iwan, Jumat.
Selain layanan bedah, RSJPD Harapan Kita juga menjadi pusat rujukan nasional untuk intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa, termasuk tindakan kompleks seperti TAVI, intervensi Chronic Total Occlusion (CTO), serta berbagai prosedur kateterisasi jantung.
Kolaborasi antara KSR dan Kementerian Kesehatan RI melalui RSJPD Harapan Kita telah berlangsung sejak 2023 dan berkembang melalui berbagai misi kemanusiaan. Misi terbaru dilaksanakan pada 2–6 Februari 2026, dengan penanganan empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa (TAVI) serta 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.
Selain pelayanan langsung, kegiatan ini juga menitikberatkan pada transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan nasional melalui keterlibatan pakar intervensi jantung dari Arab Saudi.
Melalui kolaborasi ini, RSJPD Harapan Kita menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan jantung nasional dan memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan akses pengobatan jantung yang aman, bermutu, dan berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar