Senin, 06 April 2026

Lewat Pangan Lokal, Kemenkes Dorong Pemenuhan Gizi Seimbang pada HGN ke-66

EM Bukit MKes - Minggu, 08 Februari 2026 11:00 WIB
Lewat Pangan Lokal, Kemenkes Dorong Pemenuhan Gizi Seimbang pada HGN ke-66
Ilustrasi kampanye Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Kementerian Kesehatan bertema pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi utama pemenuhan gizi seimbang masyarakat. Melalui tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, pemerintah mendorong pola makan sehat, terjangkau, dan sesuai kearifan budaya setempat.

Hal ini disampaikan dalam Webinar Nasional yang digelar oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Rabu (5/2/2026). Momentum HGN tahun ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperbaiki pola konsumsi guna menghadapi triple burden of malnutrition, yaitu masalah gizi yang kompleks meliputi kekurangan nutrisi, kelebihan nutrisi, dan kekurangan zat gizi mikro.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Lovely Daisy, memaparkan tantangan gizi yang masih dihadapi masyarakat Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, satu dari lima balita masih mengalami stunting, sementara 37,8% orang dewasa mengalami kelebihan berat badan.

“Kondisi ini diperparah dengan pola makan yang kurang beragam. Sebanyak 96,7% masyarakat kita kurang mengonsumsi sayur dan buah. Oleh karena itu, melalui slogan Sehat Dimulai dari Piringku, kami mengajak masyarakat menerapkan konsep Isi Piringku dengan memanfaatkan pangan lokal yang kaya nutrisi,” ujar Daisy.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Profesor Rimbawan, menegaskan keunggulan pangan lokal dibandingkan pangan impor.

“Pangan lokal lebih segar karena rantai pasok yang pendek, mudah diakses, dan harganya lebih terjangkau. Selain memenuhi gizi, mengonsumsi pangan lokal juga berdampak nyata bagi ekonomi petani serta memperkuat identitas budaya kita,” jelas Rimbawan.

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyoroti dampak pola makan tinggi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Dilansir dari laman Kemenkes, konsumsi GGL berlebih, terutama di perkotaan, menjadi pemicu hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

“Kajian bersama BPOM menunjukkan, jika kita menyelaraskan kebijakan pengendalian asam lemak trans dan reformulasi makanan, kita bisa mencegah 310 ribu kematian dan 580 ribu kasus penyakit jantung. Pengaturan batas maksimum GGL dan label pangan menjadi langkah krusial yang terus kami dorong,” tegas Nadia.

Peringatan HGN ke-66 diharapkan menjadi momentum kolaborasi semua pihak untuk menjadikan gizi seimbang berbasis pangan lokal sebagai fondasi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar