Senin, 06 April 2026

Pembangunan 66 RS Lengkap Dikebut Kemenkes, Prioritas untuk Daerah Terpencil dan Perbatasan

EM Bukit MKes - Sabtu, 07 Februari 2026 11:06 WIB
Pembangunan 66 RS Lengkap Dikebut Kemenkes, Prioritas untuk Daerah Terpencil dan Perbatasan
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin didampingi jajaran pejabat Kemenkes menyampaikan paparan terkait percepatan pembangunan 66 rumah sakit lengkap dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Dok/Kemenke
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengebut pembangunan 66 rumah sakit lengkap di 66 kabupaten/kota, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional, guna memastikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

“Bapak Presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Untuk tahap pertama, sebanyak 22 rumah sakit telah dilakukan groundbreaking pada periode Januari–Juni 2025. Hingga akhir Februari ini, 16 rumah sakit akan selesai, sementara sisanya diharapkan rampung pada Maret–April,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Kamis.

Menkes menambahkan, dilansir dari laman Kemenkes, pada tahun 2026 pemerintah telah memperoleh persetujuan anggaran untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit, sehingga realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi.

“Ini namanya quick win. Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar,” tegasnya.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr Azhar Jaya, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan RSUD dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C melalui penguatan sarana, prasarana, alat kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

“Program ini difokuskan untuk mempercepat pelayanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya,” jelas dr Azhar.

Pada periode 2025–2026, pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD dilaksanakan di 66 lokus yang dibagi dalam enam batch pembangunan. Dari target 22 RSUD pada 2025, 11 RSUD telah menyelesaikan tahap pembangunan, sementara 16 RSUD ditargetkan rampung dan siap diresmikan pada minggu keempat Februari 2026.

Beberapa RSUD yang termasuk dalam program ini antara lain RSUD Maba (Kabupaten Halmahera Timur), RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas), serta sejumlah RSUD di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.

Selain pembangunan infrastruktur, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG. Penguatan juga dilakukan pada aspek SDM, termasuk pemenuhan tujuh spesialis dasar serta kompetensi tambahan di bidang jantung dan saraf.

“Kami berharap upaya ini dapat secara signifikan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah,” tutup dr Azhar.

Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan cepat bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah yang selama ini minim fasilitas medis. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar