Senin, 06 April 2026

Tak Perlu Takut Skrining, Menkes Tegaskan Kanker Bisa Disembuhkan

EM Bukit MKes - Jumat, 06 Februari 2026 11:24 WIB
Tak Perlu Takut Skrining, Menkes Tegaskan Kanker Bisa Disembuhkan
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan dan ajakan deteksi dini kanker saat peringatan Hari Kanker Sedunia yang diselenggarakan RS Kanker Dharmais di Jakarta, Selasa (4/2/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining kanker.


Ia menegaskan, dengan kemajuan teknologi medis saat ini, kanker bukan lagi penyakit yang mustahil disembuhkan, terutama jika terdeteksi sejak dini.


Imbauan tersebut disampaikan Budi saat peringatan Hari Kanker Sedunia yang digelar Rumah Sakit Kanker Dharmais, Selasa. Menurutnya, ketakutan memeriksakan diri justru menjadi penghambat utama dalam penanganan kanker.


“Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. Cancer is curable. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja,” ujar Budi.


Ia menjelaskan, kunci keberhasilan pengobatan kanker terletak pada deteksi dini. Semakin cepat sel kanker ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan mendapatkan penanganan yang efektif.


Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui program Presiden Prabowo Subianto menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis setiap tahun bagi 280 juta penduduk Indonesia. Program tersebut mencakup berbagai skrining penyakit, termasuk deteksi dini kanker payudara, khususnya bagi perempuan berusia di atas 30 tahun.


Untuk mendukung layanan tersebut, dilansir dari laman Kemenkes, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 10.000 alat ultrasonografi (USG) ke puskesmas di berbagai daerah.


Selain itu, dokter umum juga dilatih agar mampu melakukan pemeriksaan skrining awal sehingga kasus kanker dapat teridentifikasi lebih cepat di tingkat pelayanan dasar.


Tak hanya skrining, pemerintah juga memperkuat layanan pengobatan lanjutan. Saat ini, fasilitas kemoterapi telah tersedia di 514 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang memadai.


“Jangan lagi ada rasa takut atau khawatir yang membuat kita enggan melakukan skrining,” tegas Menkes.


Ia menambahkan, pemanfaatan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah diharapkan dapat menekan angka kematian akibat kanker sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Dengan deteksi dini dan pengobatan tepat waktu, Budi menekankan bahwa kanker dapat dikendalikan bahkan disembuhkan, sehingga masyarakat tidak perlu ragu memeriksakan diri secara rutin. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar