Jakarta (buseronline.com) - Polri terus meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi ancaman Virus Nipah meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus di Indonesia.
Dilansir dari laman Humas Polri, langkah mitigasi tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Forum Belajar Bersama (FBB) yang digelar di Posko Presisi Mabes Polri, Jakarta, Senin, dan diikuti seluruh jajaran Polda serta Polres se-Indonesia melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam memperkuat kesiapsiagaan personel serta meningkatkan pemahaman terhadap ancaman penyakit menular berisiko tinggi yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Forum dipimpin oleh Wakaanev II Posko Presisi Brigjen Pol Benny Iskandar, didampingi Waka Posko Presisi Mabes Polri Brigjen Pol Indarto dan Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr I Gusti Gede Maha Andika Jaya, bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Indarto menegaskan bahwa Forum Belajar Bersama menjadi sarana penting untuk membangun kesamaan persepsi dan pola pikir di seluruh jajaran Polri dalam menyikapi isu kesehatan yang berkembang di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman personel terhadap peran, fungsi, serta batas kewenangan Polri dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian wabah oleh instansi terkait.
Selain memperkuat koordinasi internal, forum ini juga bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan Polri dalam menyiapkan respons awal yang tepat, terukur, dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Brigjen Pol Indarto menyebut Virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, kewaspadaan seluruh jajaran Polri perlu terus ditingkatkan, termasuk dalam mengantisipasi potensi disinformasi dan hoaks.
“Polri memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi publik, klarifikasi informasi, serta menjaga situasi tetap kondusif agar tidak muncul ketakutan berlebihan di masyarakat,” ujarnya.
Forum tersebut turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Director Health Quarantine Surveillance Sumarjaya SKM MM MFP CFA.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya penetapan 198 rumah sakit rujukan, penguatan jejaring laboratorium nasional, serta ketersediaan fasilitas pemeriksaan RT-PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS).
Menurut Sumarjaya, Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan mentah yang terkontaminasi, maupun kontak erat dengan penderita atau benda yang terpapar.
Masa inkubasi virus berkisar 4 hingga 14 hari, dengan tingkat kematian mencapai 40-75 persen, serta gejala berupa gangguan pernapasan dan neurologis. Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus positif Virus Nipah di Indonesia.
Upaya pencegahan terus dilakukan melalui penguatan pengawasan kesehatan, penyebaran informasi yang akurat, serta komunikasi publik yang menenangkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita palsu.
Kegiatan Forum Belajar Bersama Posko Presisi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan personel kepolisian semakin meningkat dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan yang dapat berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar