Purbalingga (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesehatan warga terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga dan Pemalang. Untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal, ia menerjunkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) lengkap dengan psikolog guna memberikan layanan pemeriksaan kesehatan hingga pendampingan psikososial bagi para pengungsi.
Tim medis yang diturunkan berasal dari RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, terdiri atas dokter spesialis dan tenaga psikologi. Kehadiran mereka dinilai penting karena masih banyak warga yang bertahan di pengungsian akibat rumah rusak dan belum layak huni.
Psikolog RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Dita Septi Aryani, menjelaskan layanan yang diberikan bersifat menyeluruh atau holistik. Selain pemeriksaan kesehatan umum, masyarakat juga mendapatkan layanan spesialis penyakit dalam serta pertolongan pertama pada luka psikologis.
“Layanan kesehatan Speling melakukan penanganan holistik, berupa pemeriksaan dokter spesialis dan pendampingan psikologis,” ujar Dita saat kegiatan digelar di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga.
Dalam kegiatan tersebut, dilansir dari laman Humas Jateng, dokter memeriksa kondisi kesehatan warga satu per satu, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit yang membutuhkan penanganan lanjutan. Sementara itu, anak-anak terdampak bencana mengikuti sesi trauma healing. Mereka diajak bernyanyi, bermain, serta melakukan berbagai aktivitas kelompok untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan optimisme.
Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif turut meninjau langsung lokasi layanan kesehatan pada Jumat. Dalam kesempatan itu, gubernur berdialog dengan warga sekaligus menekankan sejumlah prioritas penanganan pascabencana.
Pertama, ia memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan meskipun berada di pengungsian. Menurutnya, proses belajar-mengajar tidak boleh terhenti.
“Bapak ibu, putranya harus tetap sekolah. Jika perlu guru didatangkan ke sini,” tegas Luthfi.
Kedua, orang tua diminta lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak. Setiap gejala penyakit harus segera dilaporkan agar tidak menular ke pengungsi lain.
“Saya khawatir kalau satu anak sakit, yang lain ikut tertular. Segera periksa jika ada keluhan,” pesannya.
Selain layanan kesehatan, Luthfi memastikan ketersediaan obat-obatan, bahan makanan pokok, dan kebutuhan logistik warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Ketiga, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten mempercepat pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana.
“Saya dan bupati komitmen untuk memenuhi logistik. Termasuk, hunian sementara dan tetap dilakukan percepatan,” tandasnya.
Melalui program Speling dan dukungan logistik tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap kondisi kesehatan fisik dan mental warga terdampak segera pulih sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara normal. (R)
beritaTerkait
komentar