Minggu, 05 Juli 2026

Pemprov Jateng Berikan Layanan Trauma Healing bagi Korban Banjir di Pemalang

Minggu, 01 Februari 2026 03:18 WIB
Pemprov Jateng Berikan Layanan Trauma Healing bagi Korban Banjir di Pemalang
Gubernur Jawa Tengah menyapa dan berinteraksi dengan anak-anak pengungsi saat layanan trauma healing bagi korban banjir di Posko Pengungsian Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat (30/1/2026). (Dok/Jatengprov)
Pemalang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tidak hanya menyalurkan bantuan logistik dan melakukan perbaikan infrastruktur pascabencana banjir, tetapi juga memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan psikososial bagi para penyintas.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan agar masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan perempuan, dapat bangkit dari duka dan trauma akibat bencana. Layanan tersebut terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat.

Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi mendapatkan pendampingan psikososial dari petugas. Anak-anak diajak bermain, melukis, bernyanyi, serta menonton film animasi bersama guna memulihkan kondisi psikologis mereka.

Suasana pengungsian semakin hangat saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyapa langsung anak-anak. Terjadi dialog, canda, dan tawa antara gubernur dan anak-anak pengungsi, yang menambah keceriaan di tengah situasi bencana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, mengatakan bahwa di Pemalang terdapat beberapa kasus anak yang sempat terpisah dari orang tuanya selama beberapa jam akibat banjir, sehingga menimbulkan trauma.

“Kami lakukan trauma healing. Untuk anak-anak biasanya melalui kegiatan bermain, melukis, dan bernyanyi, serta dilengkapi dengan konseling,” ujar Ema saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi di lokasi.

Ia menambahkan, layanan konseling dan trauma healing tersebut diberikan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dengan melibatkan psikolog, lembaga layanan sosial, hingga balai karantina sosial.

Selain anak-anak, layanan psikososial juga diberikan kepada para ibu di pengungsian. Menurut Ema, tinggal terlalu lama di pengungsian dapat menimbulkan kebosanan, kecemasan, hingga ketakutan untuk kembali ke rumah, terutama bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang.

“Untuk ibu-ibu biasanya diajak beraktivitas ringan dan ngobrol agar bisa mengurai persoalan yang dialami. Ada juga yang diarahkan membantu di dapur umum,” jelasnya.

Di pengungsian Kecamatan Pulosari, terdapat pula seorang perempuan yang kehilangan anggota keluarganya akibat banjir. Suaminya terseret arus dan ditemukan meninggal dunia. Untuk korban dengan kondisi tersebut, DP3AP2KB akan memberikan layanan konseling khusus secara lebih intensif.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa layanan psikososial dan trauma healing merupakan bagian penting dalam penanganan pengungsi bencana. Seluruh instansi terkait turut dilibatkan agar proses pemulihan berjalan optimal.

“Trauma healing dilakukan secara lengkap. Petugas dari rumah sakit, termasuk RSUD Margono Soekarjo, hingga unsur kepolisian juga kami libatkan. Saya ingin memastikan anak-anak tetap semangat dan bisa kembali bersekolah,” tegasnya.

Selain di Pemalang, layanan psikososial dan trauma healing juga diberikan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Purbalingga. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
Indonesia dan Belarus Sepakat Perkuat Kerja Sama Kesehatan
Kemendikdasmen Sempurnakan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
USU Buka Pendaftaran Seleksi Mahasiswa Mandiri Tahap II, Ini Jadwal dan Persyaratannya
Rico Waas: Indonesia City Expo Jadi Wadah Perkuat Produk Lokal Menuju Pasar Global
komentar
beritaTerbaru