Kamis, 05 November 2026

Wagub Jateng Dorong Daerah Lain Tiru Posyandu Plus Surakarta untuk Tangani Kesehatan Mental

Minggu, 18 Januari 2026 11:14 WIB
Wagub Jateng Dorong Daerah Lain Tiru Posyandu Plus Surakarta untuk Tangani Kesehatan Mental
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen didampingi Ketua TP Posyandu Jateng Nawal Arafah Yasin meninjau layanan konseling kesehatan mental di Posyandu Plus Anggrek XV Berbasis 6 SPM, Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Sabtu (17/1/2026)

Surakarta (buseronline.com) - Layanan konseling dan penanganan kesehatan mental bagi generasi muda yang menjadi unggulan Posyandu Plus Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Kota Surakarta, mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen.


Program inovatif ini diterapkan di Posyandu Plus Anggrek XV, yang berlokasi di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, dan menjadi pelengkap enam SPM yang diterapkan di Posyandu tersebut.


“Tentu saya berharap layanan Posyandu yang ada di Kota Surakarta bisa diadopsi di kabupaten dan kota lain,” ujar Wagub, seusai meninjau layanan Posyandu Plus, Sabtu.


Dalam kunjungan tersebut, dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, Wagub didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, meninjau langsung kegiatan konseling yang dilakukan oleh para psikolog profesional.


Ia juga memastikan implementasi layanan 6 SPM, yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.


Wagub menekankan pentingnya layanan konseling bagi generasi muda, mengingat maraknya kasus bullying dan kekerasan. Program ini diyakini mampu mencegah masalah kesehatan mental berkembang menjadi tindakan berisiko, termasuk percobaan bunuh diri.


“Di Jawa Tengah juga ada program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menyediakan layanan konseling bagi siswa. Kita memberikan pendampingan agar mereka bisa keluar dari masalah psikis, jangan sampai terjadi hal-hal yang membahayakan diri sendiri,” jelas Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur.


Sementara itu, Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, menekankan relevansi layanan konseling dalam program Posyandu Plus. Menurutnya, inovasi ini mampu menjembatani kebutuhan generasi muda yang rentan mengalami masalah mental.


“Ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda. Layanan ini diharapkan menjadi solusi yang mampu menangani masalah kesehatan mental,” ujar Nawal. Ia mendorong setiap Posyandu di Jateng untuk terus bertransformasi dengan mengimplementasikan enam SPM, termasuk layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), pojok baca, serta literasi digital.


Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia, menambahkan, inovasi Posyandu Plus muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan remaja, baik di mal, jembatan Bengawan Solo, maupun kosan. Untuk itu, Posyandu menggandeng psikolog profesional memberikan layanan konseling bagi masyarakat yang memiliki beban mental.


Data menunjukkan, pada 2025 sebanyak 6.000 warga Surakarta mengikuti skrining kesehatan mental, dengan sembilan persen di antaranya dirujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Venessa berharap ke depan sosialisasi terkait kesehatan mental dan bullying dapat diperluas ke sekolah-sekolah.


“Yang belum tersentuh mungkin remaja, pelajar, siswa. Harapannya ke depan kita bisa sosialisasikan juga ke sekolah-sekolah tentang bullying,” pungkas Venessa.


Dengan layanan Posyandu Plus ini, diharapkan generasi muda Jawa Tengah memperoleh pendampingan psikologis yang memadai, sekaligus menjadi model layanan kesehatan mental yang dapat dicontoh oleh daerah lain di Indonesia. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Prabowo Prihatin Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Konas Perempuan Gereja 2026 Resmi Dibuka di Taput, Bupati JTP Dorong Perempuan Jadi Agen Transformasi
Jawa Tengah Bidik Investasi Rp9,7 Triliun dari Investor Vietnam dan Tiongkok
Polri Mutasi Lima Pati dan Pamen, Jabatan Kapusdokkes dan Kapuskeu Berganti
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi dan Kesejahteraan Guru di Bulan Guru Nasional 2026
Polri Dalami Keluhan Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Propam Turun Tangan
komentar
beritaTerbaru