Senin, 06 April 2026

Bersinergi dengan Muhammadiyah, Menkes Budi Luncurkan Program Studi Kedokteran UNIMMA

EM Bukit MKes - Senin, 12 Januari 2026 11:14 WIB
Bersinergi dengan Muhammadiyah, Menkes Budi Luncurkan Program Studi Kedokteran UNIMMA
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama pimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menekan tombol peluncuran Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter UNIMMA d

Magelang (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin meresmikan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Kamis.


Peluncuran tersebut dilakukan bersama pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dokter nasional.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Kemenkes, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan jumlah tenaga medis. Ia menyebutkan rasio dokter di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 0,6 dokter per 1.000 penduduk, jauh di bawah rata-rata global yang mencapai sekitar 1,76 dokter per 1.000 penduduk.


“Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, Indonesia masih kekurangan sekitar 280 ribu hingga 300 ribu dokter. Karena itu, penambahan dan penguatan institusi pendidikan kedokteran menjadi sangat penting,” ujar Menkes Budi.


Menurutnya, kehadiran program studi kedokteran baru, termasuk di UNIMMA, diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis, khususnya untuk pemerataan pelayanan kesehatan di berbagai daerah.


Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan kesiapan Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Ia menyampaikan Muhammadiyah memiliki sumber daya dan jaringan perguruan tinggi yang luas untuk berkontribusi dalam mencetak dokter berkualitas.


“Bila diminta membuat fakultas kedokteran, tidak ada hambatan karena kami mempunyai 91 universitas. Tinggal regulasi dibuat adaptif sesuai kebutuhan kawasan yang memang membutuhkan fakultas kedokteran, termasuk fakultas kedokteran gigi,” kata Haedar.


Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Lilik Andriyani menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter merupakan bentuk komitmen UNIMMA dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor kesehatan nasional.


“UNIMMA berkomitmen menjaga mutu pendidikan kedokteran melalui tata kelola yang baik, penguatan kurikulum, serta kerja sama berkelanjutan dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun institusi layanan kesehatan,” ujar Lilik.


Ia berharap keberadaan program studi kedokteran UNIMMA dapat menjadi bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan dokter nasional sekaligus melahirkan tenaga medis yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.


Peluncuran program studi ini diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kedokteran. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru