Senin, 25 Mei 2026

Kemenkes Pantau Mutu MBG, Pastikan 55,1 Juta Penerima Mendapat Manfaat Setiap Hari

Sabtu, 10 Januari 2026 11:20 WIB
Kemenkes Pantau Mutu MBG, Pastikan 55,1 Juta Penerima Mendapat Manfaat Setiap Hari
Wakil Menteri Kesehatan dr Benjamin Paulus Oktavianus meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta sebagai bagian dari pengawasan mutu dan keamanan pangan, Kamis (8/1/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan peningkatan cakupan yang signifikan. Hingga awal 2026, program prioritas nasional tersebut telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat per hari, melonjak tajam dari target awal yang hanya menyasar 6 juta orang.


Seiring dengan meluasnya cakupan program, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk mengawal mutu dan keamanan pangan agar makanan yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman, layak konsumsi, dan higienis.


Dilansir dari laman Kemenkes, Wakil Menteri Kesehatan, dr Benjamin Paulus Oktavianus, menyampaikan bahwa peran utama Kemenkes dalam program MBG adalah melakukan pengawasan ketat, khususnya terhadap standar keamanan pangan di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.


“Jadi kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,” ujar dr. Benjamin dalam konferensi pers di SMKN 1 Jakarta, Kamis.


Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui kerja sama erat antara pelaksana program MBG dan dinas kesehatan di daerah. Dinas kesehatan bertugas memastikan seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga pendistribusian, telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.


Salah satu instrumen utama pengawasan tersebut adalah penerapan sertifikasi laik higienis dan layak dikonsumsi bagi dapur SPPG.


“Maka keluarlah sertifikat untuk layak dimakan dan higienis,” jelas Wakil Menteri Kesehatan yang akrab disapa dr Benny menunjukkan hasil pengawasan Kemenkes.


Hingga saat ini, sebanyak 4.535 SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi. Sertifikasi tersebut diberikan setelah dapur memenuhi berbagai persyaratan, antara lain kebersihan lingkungan, kelayakan peralatan, prosedur pengolahan makanan, serta hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan makanan aman untuk dikonsumsi.


dr Benny menegaskan, tidak seluruh dapur SPPG dapat langsung memperoleh sertifikat. Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan perbaikan dan evaluasi ulang sebelum dinyatakan layak beroperasi, demi menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.


Melalui sistem pengawasan tersebut, Kemenkes memastikan sebanyak 55,1 juta penerima manfaat setiap harinya, mulai dari anak-anak sekolah hingga ibu hamil, memperoleh makanan bergizi yang aman dan sehat.


Menurut dr Benny, capaian tersebut merupakan langkah luar biasa dalam perjalanan program MBG menuju target nasional sebesar 82 juta penerima manfaat.


“Kalau kita melihat angka-angka pelayanan hari ini 55,1 juta, baik anak sekolah maupun ibu-ibu hamil, ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta target daripada MBG ini,” ucapnya.


Kemenkes menegaskan akan terus memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan seiring perluasan cakupan program MBG, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
Satgas Ops Damai Cartenz Intensifkan Patroli Humanis di Kota Mulia
Pedro Tutup Kebersamaan dengan Lazio Lewat Gol Kemenangan
TBM Lasan Baca Tumbuhkan Semangat Literasi Anak di Perbatasan Malinau
komentar
beritaTerbaru