Minggu, 05 Juli 2026

Kemenkes Catat Gatal dan Diare Jadi Penyakit Terbanyak di Kalangan Warga Baduy

Sabtu, 03 Januari 2026 11:20 WIB
Kemenkes Catat Gatal dan Diare Jadi Penyakit Terbanyak di Kalangan Warga Baduy
Petugas kesehatan Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat kepada warga Baduy saat kunjungan Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha di wilayah Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (31/12/2025). (Dok/Kemenk
Lebak (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penyakit kulit dan gangguan pencernaan masih menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Temuan tersebut diperoleh saat kunjungan Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, ke wilayah Baduy, Selasa.

Sekjen Kunta mengatakan, berdasarkan hasil dialog langsung dengan warga serta pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, sebagian besar masyarakat mengeluhkan penyakit gatal-gatal dan gangguan pencernaan seperti diare.

“Kalau saya tadi tanya-tanya, yang sebagian besar itu gatal, sama pencernaan seperti mencret atau diare,” ujar Kunta di sela-sela kunjungannya.

Menurutnya, kondisi kesehatan tersebut tidak terlepas dari keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang masih menjadi tantangan di wilayah masyarakat adat Baduy. Faktor lingkungan dinilai berpengaruh besar terhadap pola penyakit yang muncul di tengah masyarakat.

“Lingkungan memang sangat berpengaruh. Akses air bersih dan sanitasi menjadi faktor utama yang harus terus kita perhatikan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adat,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes menyalurkan sejumlah obat-obatan dasar yang umum dibutuhkan masyarakat Baduy. Obat-obatan tersebut meliputi obat gatal, obat sakit perut, obat penurun panas, serta obat cacing yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan warga.

“Biasanya obat-obatan yang sederhana, seperti untuk panas, sakit perut, gatal-gatal, kudis,” kata Kunta.

Selain memberikan layanan pengobatan, Kemenkes juga melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat Baduy. Edukasi tersebut menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta pengolahan makanan dan minuman yang aman.

“Upaya-upaya sederhana ini penting supaya mereka mendapatkan makanan dan minuman yang lebih bersih, sehingga risiko penyakit bisa ditekan,” tuturnya.

Kunta menegaskan, Kemenkes akan terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat adat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat. Dengan pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat Baduy dapat terus membaik ke depan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
Indonesia dan Belarus Sepakat Perkuat Kerja Sama Kesehatan
Kemendikdasmen Sempurnakan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
komentar
beritaTerbaru