Senin, 06 Juli 2026

Menkes Tekankan Layanan Bedah Jantung Terbuka di Gorontalo Dicover BPJS Kesehatan

Rabu, 17 Desember 2025 09:07 WIB
Menkes Tekankan Layanan Bedah Jantung Terbuka di Gorontalo Dicover BPJS Kesehatan
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo, manajemen RSUD Prof Dr H Aloei Saboe, dan tim medis menyampaikan keterangan pers terkait keberhasilan pelaksanaan bedah jantung terbuka perdana yang ditanggung BPJS Ke
Gorontalo (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa layanan bedah jantung terbuka perdana di RSUD Prof Dr H Aloei Saboe, Provinsi Gorontalo, ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Ia memastikan layanan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan apabila didukung oleh tata kelola manajemen rumah sakit yang baik dan profesional.

Dengan dimulainya layanan ini, Gorontalo resmi menjadi provinsi ke-30 di Indonesia yang mampu menyelenggarakan bedah jantung terbuka Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan jantung, sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

“Layanan bedah jantung terbuka ini di-cover oleh BPJS dan berlaku untuk seluruh masyarakat. Soal rugi atau tidak rugi, itu tergantung tata kelola manajemen rumah sakit. Kalau tata kelolanya baik, secara hitungan BPJS itu cukup,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin, Senin.

Menkes menekankan bahwa rumah sakit daerah seharusnya mampu mandiri secara finansial melalui optimalisasi layanan JKN, tanpa terus bergantung pada bantuan atau subsidi pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan rumah sakit sangat ditentukan oleh manajemen yang transparan dan efisien.

“Rumah sakit itu seharusnya bisa hidup dari BPJS. Kalau tata kelolanya benar, tidak perlu minta-minta ke gubernur atau wali kota. Masalahnya sering kali ada di manajemen, bukan di BPJS-nya,” tegasnya.

Selain bedah jantung terbuka, Menkes juga menyoroti pentingnya pemerataan layanan kateterisasi jantung atau pemasangan ring, yang dinilai sebagai tindakan penyelamatan nyawa paling cepat dan efektif, khususnya pada fase awal serangan jantung.

“Layanan pasang ring itu yang paling sering menyelamatkan nyawa dalam enam jam pertama. Karena itu harus tersedia di semua kabupaten dan kota agar pasien BPJS tidak terlambat ditangani,” jelas Menkes.

Saat ini, layanan kateterisasi jantung telah tersedia di 113 kabupaten/kota di Indonesia. Pemerintah menargetkan cakupan layanan tersebut dapat menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota pada 2027. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah pusat telah menyiapkan alat kesehatan bernilai puluhan miliar rupiah bagi setiap rumah sakit yang ditunjuk.

Namun demikian, Menkes mengingatkan bahwa keberlanjutan layanan jantung tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat dan pembiayaan, tetapi juga pada kesiapan serta keberlangsungan sumber daya manusia, khususnya tenaga medis spesialis.

“Alatnya mahal dan ditanggung negara, tapi tidak ada artinya kalau dokternya tidak dijaga. Saya titip kepada pemerintah daerah agar dokter-dokter spesialis yang bertugas di Gorontalo dirawat dengan baik supaya layanan ini bisa berjalan terus,” pungkasnya.

Keberhasilan Gorontalo dalam menghadirkan layanan bedah jantung terbuka berbasis BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat layanan kesehatan jantung yang lebih dekat, cepat, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru