Gorontalo (buseronline.com) - Provinsi Gorontalo menorehkan tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan rujukan dengan keberhasilan pelaksanaan bedah jantung terbuka perdana Coronary Artery Bypass Graft (CABG) di RSUD Prof Dr H Aloei Saboe.
Capaian ini sekaligus menempatkan Gorontalo sebagai provinsi ke-30 di Indonesia yang mampu menyelenggarakan layanan bedah pintas arteri koroner.
Tindakan bedah jantung terbuka perdana tersebut dilaksanakan pada 12–13 Desember 2025 dengan pendampingan langsung tim dokter dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita melalui skema proctoring.
Dua pasien asal Kota Gorontalo dengan diagnosis penyakit jantung koroner kompleks berhasil menjalani operasi dan saat ini berada dalam kondisi stabil di bawah pemantauan intensif tim medis.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan keberhasilan ini merupakan langkah strategis dalam pemerataan layanan jantung nasional.
Ia mengapresiasi kesiapan RSUD Aloei Saboe, dedikasi tenaga medis daerah, serta dukungan tim RSJPD Harapan Kita yang memungkinkan layanan bedah jantung terbuka dapat dihadirkan di Gorontalo.
“Setiap tahun sekitar 264 ribu orang meninggal akibat penyakit jantung. Artinya, hampir setiap dua menit satu orang meninggal. Penanganan harus cepat, idealnya kurang dari enam jam,” ujar Menkes.
Menurutnya, ketersediaan layanan jantung di daerah menjadi kunci penyelamatan nyawa pasien.
“Kalau serangan jantung ditangani di atas enam jam, kemungkinan hidupnya jauh lebih kecil. Karena itu, layanan jantung harus tersedia merata. Tidak mungkin pasien dari Gorontalo harus dirujuk jauh ke Makassar karena pasti sudah terlambat,” tegasnya.
Menkes juga menekankan pentingnya keberlanjutan layanan pasca keberhasilan perdana. Ia meminta rumah sakit daerah yang telah memulai layanan bedah jantung terbuka untuk terus melaksanakannya secara rutin dan mandiri.
“Rumah sakit yang sudah mulai harus terus melakukan secara berkelanjutan. Jangan berhenti di tahap perdana saja,” ujarnya.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung penuh keberlanjutan layanan bedah jantung terbuka di RSUD Aloei Saboe. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan Kementerian Kesehatan.
“Kami siap mendukung dan menjalankan program ini sambil terus membenahi serta melengkapi seluruh kebutuhan dan peralatan. Insyaallah akan kita kolaborasikan ke depan agar layanan bedah jantung ini terus berlanjut dan tidak hanya berhenti pada perdananya saja,” kata Gusnar.
Sementara itu, salah satu pasien bedah jantung terbuka perdana, Munawil (40), mengaku bersyukur dapat menjalani operasi di Gorontalo tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Ia memiliki riwayat kebiasaan merokok di masa lalu serta faktor genetik penyakit jantung dari kedua orang tuanya.
“Alhamdulillah, saya senang sekali karena bisa dioperasi di Gorontalo, jadi tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau Makassar,” ujar Munawil.
Ia menambahkan bahwa kondisi kesehatannya berangsur membaik dan pernapasannya terasa lebih lega meski masih dalam masa pemulihan.
Keberhasilan bedah jantung terbuka perdana ini diharapkan menjadi awal penguatan layanan jantung terpadu di Gorontalo, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang selama ini hanya tersedia di kota-kota besar. (R)
beritaTerkait
komentar