Jumat, 12 Juni 2026

UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Beroperasi Lagi, Pasien Luka Akibat Banjir Mulai Berdatangan

Kamis, 11 Desember 2025 09:06 WIB
UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Beroperasi Lagi, Pasien Luka Akibat Banjir Mulai Berdatangan
Tenaga medis memberikan penanganan luka kepada warga di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang yang kembali beroperasi pascabanjir, Selasa (9/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Aceh Tamiang (buseronline.com) - Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali beroperasi pada Selasa setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Proses pembersihan fasilitas dilakukan intensif sejak banjir mulai surut akhir pekan lalu, dibantu oleh tim gabungan TNI, Marinir, dan Brimob yang mengevakuasi lumpur serta material yang memenuhi area pelayanan.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr Andika Putra, memastikan bahwa layanan kedaruratan kini sudah dapat diakses masyarakat, meskipun dalam kapasitas terbatas.

“UGD sudah kami siapkan kembali dengan fasilitas yang memungkinkan untuk pelayanan awal,” ujarnya.

Saat ini, UGD menyediakan 20 tempat tidur untuk menangani pasien dengan kondisi mendesak. Dukungan juga datang dari RS Kemenkes Adam Malik Medan yang meminjamkan X-ray mobile, peralatan laboratorium, serta perangkat medis lainnya guna memperkuat operasional awal.

“Kita dibantu penuh agar UGD segera aktif,” tambah dr Andika.

Selain UGD, rumah sakit tengah mempersiapkan pembukaan kembali layanan hemodialisis dan instalasi farmasi setelah proses pembersihan fasilitas tersebut selesai.

Dengan aktifnya kembali UGD, RSUD Muda Sedia menjadi satu-satunya layanan gawat darurat yang berfungsi di Aceh Tamiang pascabanjir.

Sejak dibuka, sejumlah warga mulai berdatangan dengan berbagai keluhan, terutama luka akibat benda tajam yang terbawa arus banjir, seperti pecahan seng, paku, serpihan kayu, hingga material rumah tangga.

dr Andika menjelaskan bahwa sebagian besar kasus yang ditangani merupakan cedera ringan hingga sedang.

“Warga biasanya terluka karena kondisi lingkungan yang penuh lumpur,” katanya.

Meski sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih, tim medis tetap memberikan penanganan awal menggunakan kombinasi peralatan yang masih bisa difungsikan dan sejumlah alat pinjaman. Rumah sakit juga terus mengupayakan perbaikan alat kesehatan yang rusak akibat terendam banjir.

dr Andika mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat membersihkan rumah dan lingkungan guna menghindari cedera tambahan selama masa pemulihan.

“Situasi pascabanjir ini penuh risiko, jadi masyarakat perlu tetap waspada,” ujarnya.

Pembukaan kembali layanan UGD diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Mentan Dorong Konsumsi Telur dan Ayam dalam Program MBG Tiga Kali Sepekan
WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao
Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Dukungan bagi Keluarga Personel
Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan
Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
komentar
beritaTerbaru