Senin, 06 Juli 2026

Komitmen Menkes Percepat Riset dan Pengembangan mRNA untuk Kemandirian Kesehatan

Jumat, 05 Desember 2025 06:23 WIB
Komitmen Menkes Percepat Riset dan Pengembangan mRNA untuk Kemandirian Kesehatan
Para peserta menghadiri acara “mRNA Innovation to Implementation: Integrating Science, Regulation and Global Collaboration” yang dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat riset, pengembangan, dan implementasi teknologi mRNA sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan kemandirian kesehatan nasional. Hal ini disampaikan dalam forum “mRNA Innovation to Implementation: Integrating Science, Regulation and Global Collaboration” yang digelar di Jakarta, Selasa.

Dalam paparannya, Menkes menekankan perlunya percepatan seluruh proses riset kesehatan agar Indonesia mampu bersaing sebagai pusat penelitian global. Menurutnya, reformasi menyeluruh harus dilakukan, mulai dari perizinan etik, proses uji klinis, hingga penyempurnaan regulasi.

“Kita harus mempercepat seluruh proses riset, termasuk ethical approval dan uji klinis. Jika Korea Selatan bisa empat minggu, kita targetkan dua minggu. Kita ingin menjadi negara yang kompetitif dan menarik bagi sponsor uji klinis dunia,” tegas Budi.

Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menarik hingga 200 sponsor uji klinis setiap tahun dengan potensi pemasukan lebih dari USD 1,5 M. Sejumlah uji klinis inovatif juga tengah disiapkan di Indonesia, mulai dari kandidat vaksin baru, terapi penyakit kronis seperti tuberkulosis, produk biologis berteknologi tinggi seperti GLP-1 untuk obesitas dan diabetes, hingga terapi injeksi jangka panjang untuk penyakit infeksi.

Menkes juga menekankan tiga fokus utama pengembangan teknologi kesehatan masa depan: bioteknologi kesehatan (termasuk platform mRNA), kecerdasan artifisial untuk layanan kesehatan, dan robotika medis.

“Bioteknologi berkembang sangat cepat, AI kita sudah menghasilkan prototype yang siap dikomersialisasi, dan robotika sedang memperkuat ekosistemnya. Ini fondasi pelayanan kesehatan masa depan Indonesia,” jelasnya.

Platform teknologi mRNA menjadi prioritas karena terbukti cepat dalam merespons pandemi dan kini dikembangkan untuk berbagai aplikasi kesehatan, mulai dari penyakit infeksi hingga kanker dan teknologi berbasis nano. Menkes mengapresiasi Bio Farma serta mitra global seperti GAVI dan CEPI yang telah menghadirkan mesin platform mRNA ke Indonesia.

“Mesin ini sudah di Indonesia. Gunakan untuk riset. Gunakan untuk akademisi, perusahaan, dan lembaga riset. Jadikan ini rumah bersama untuk mendorong lompatan teknologi kesehatan Indonesia,” ujarnya.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Dr Rizka Andalusia, menambahkan bahwa teknologi mRNA merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian farmasi nasional. Ia memastikan bahwa fasilitas dan teknologi yang tersedia harus dapat diakses oleh seluruh ekosistem penelitian di Indonesia.

Penguatan teknologi mRNA sejalan dengan Pilar Ketiga Transformasi Kesehatan, yaitu kemandirian farmasi dan alat kesehatan. Pemerintah menargetkan penguasaan seluruh platform vaksin—mulai dari inactivated, protein subunit, viral vector, hingga mRNA—untuk memperkuat suplai nasional sekaligus berkontribusi bagi kesehatan global.

Dengan langkah ini, Indonesia menegaskan ambisi menjadi pemain penting dalam inovasi bioteknologi dunia dan memperkuat kesiapan menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru