Senin, 25 Mei 2026

Sasar 2.000 Pelaku Wisata, Kemenkes Lakukan Skrining TBC di Malioboro dan Keraton

Kamis, 04 Desember 2025 06:25 WIB
Sasar 2.000 Pelaku Wisata, Kemenkes Lakukan Skrining TBC di Malioboro dan Keraton
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus menyapa peserta skrining TBC di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Yogyakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan RI menggelar skrining aktif Tuberkulosis (TBC) bagi 2.000 pelaku wisata di kawasan Malioboro dan Keraton Yogyakarta. Selain menyasar pekerja sektor wisata, kegiatan ini juga mencakup investigasi kontak keluarga pasien TBC sebagai langkah memperkuat pengendalian penularan di DIY.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor yang memungkinkan skrining berbasis laboratorium dilakukan di dua pusat wisata tersibuk di Yogyakarta tersebut.

“Malioboro dan Keraton merupakan pusat interaksi wisatawan dengan pergerakan hingga 15 juta pengunjung per tahun. Skrining berbasis laboratorium seperti hari ini memiliki dampak strategis terhadap pengendalian penularan,” ujar Wamenkes, Sabtu.

TBC masih menjadi isu kesehatan signifikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penemuan kasus baru baru mencapai 65%, dengan 93% pasien yang sudah memulai pengobatan dan tingkat keberhasilan 79%. Adapun cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) masih berada di angka 22%, dan investigasi kontak baru 53%.

Di Kota Yogyakarta sendiri, penemuan kasus sudah mencapai 100%, dengan 93% memulai pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan tercatat 73%, cakupan TPT 34%, dan investigasi kontak 49%.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan penurunan TBC, perluasan layanan kesehatan gratis, serta penguatan jejaring laboratorium di tingkat daerah.

Pada kesempatan tersebut, Kemenkes juga meluncurkan Model Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Berbasis Laboratorium, yang dirancang agar dapat direplikasi di daerah lain dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Saya berharap model ini menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di daerah lain, khususnya di kawasan wisata dan wilayah dengan mobilitas tinggi,” kata Wamenkes.

Kementerian Kesehatan menyatakan komitmennya untuk memperluas skrining aktif TBC, meningkatkan cakupan TPT, memperkuat surveilans komunitas, serta mengintegrasikan layanan TBC dalam transformasi layanan primer.

Dengan pelaksanaan skrining masif di pusat wisata Yogyakarta, pemerintah berharap dapat memutus rantai penularan TBC secara lebih efektif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
Satgas Ops Damai Cartenz Intensifkan Patroli Humanis di Kota Mulia
Pedro Tutup Kebersamaan dengan Lazio Lewat Gol Kemenangan
komentar
beritaTerbaru