Selasa, 27 Oktober 2026

Anemia Mengintai 40 Persen Remaja Putri, Pemkot Siapkan Program Tablet Tambah Darah

Senin, 01 Desember 2025 06:05 WIB
Anemia Mengintai 40 Persen Remaja Putri, Pemkot Siapkan Program Tablet Tambah Darah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan arahan kepada peserta kegiatan Siskamling Siaga Bencana sekaligus sosialisasi pencegahan anemia remaja putri di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jumat (28/11/2025). (Dok/Diskominfo
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pencegahan anemia pada remaja putri melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) gratis. Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kasus anemia pada remaja di Kota Bandung yang mencapai sekitar 40 persen, terutama saat pertama kali mengalami menstruasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi terhadap anemia, mengingat dampaknya yang dapat berlanjut hingga dewasa dan berpotensi menghambat kualitas generasi masa depan.

“Sebanyak 40 persen gadis remaja di Kota Bandung mengalami anemia, terindikasi ketika pertama kali menstruasi. Karena itu kita jalankan program Tablet Tambah Darah (TTD) khusus remaja putri,” ujar Farhan saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Jumat.

Anemia sendiri adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin berada di bawah batas normal. Kondisi ini ditandai dengan berbagai gejala seperti lemas, letih, lesu, mudah lelah, hingga wajah pucat.

Farhan menyebut, intervensi sejak remaja sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan pada masa kehamilan. “Kalau dari remaja sudah anemia lalu berlanjut sampai dewasa dan hamil, itu bisa menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Bahkan bisa memicu stunting,” tegasnya.

Selain membahas masalah kesehatan remaja, Farhan juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas sebagai penopang kemajuan Kota Bandung. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi kita sekarang tinggi. Kalau ini bisa kita jaga, Bandung akan makin sejahtera. Kota yang sejahtera pasti membutuhkan banyak tenaga kerja,” kata Farhan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan Kota Bandung akan menarik lebih banyak pendatang dari berbagai daerah. Hal ini menuntut masyarakat Bandung untuk semakin siap menghadapi persaingan di dunia kerja.

"Orang dari berbagai daerah akan terus datang ke Bandung. Kita semua harus siap menghadapi persaingan produktivitas,” ujarnya.

Program pencegahan anemia melalui pemberian TTD gratis ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis Pemkot Bandung dalam melahirkan generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi di Aceh dan Bengkulu, Sasar Keluarga hingga Generasi Muda
3.000 Mahasiswa Telkom University Diterjunkan untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bandung
Pertamina Jajaki Teknologi Penyimpanan Gas MOF untuk Perluas Akses Energi di Indonesia
Tenaga Honorer RSUD Dekai Ditikam Dua Orang Tak Dikenal, Satgas Damai Cartenz Selidiki Dugaan Keterlibatan KKB
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla di Palangkaraya
Kemendikdasmen Gelar Kompetisi Juara Kelas Indonesia, Libatkan Sekolah dari 38 Provinsi
komentar
beritaTerbaru