Selasa, 07 April 2026

Anemia Mengintai 40 Persen Remaja Putri, Pemkot Siapkan Program Tablet Tambah Darah

Senin, 01 Desember 2025 06:05 WIB
Anemia Mengintai 40 Persen Remaja Putri, Pemkot Siapkan Program Tablet Tambah Darah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan arahan kepada peserta kegiatan Siskamling Siaga Bencana sekaligus sosialisasi pencegahan anemia remaja putri di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jumat (28/11/2025). (Dok/Diskominfo
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pencegahan anemia pada remaja putri melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) gratis. Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kasus anemia pada remaja di Kota Bandung yang mencapai sekitar 40 persen, terutama saat pertama kali mengalami menstruasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi terhadap anemia, mengingat dampaknya yang dapat berlanjut hingga dewasa dan berpotensi menghambat kualitas generasi masa depan.

“Sebanyak 40 persen gadis remaja di Kota Bandung mengalami anemia, terindikasi ketika pertama kali menstruasi. Karena itu kita jalankan program Tablet Tambah Darah (TTD) khusus remaja putri,” ujar Farhan saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Jumat.

Anemia sendiri adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin berada di bawah batas normal. Kondisi ini ditandai dengan berbagai gejala seperti lemas, letih, lesu, mudah lelah, hingga wajah pucat.

Farhan menyebut, intervensi sejak remaja sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan pada masa kehamilan. “Kalau dari remaja sudah anemia lalu berlanjut sampai dewasa dan hamil, itu bisa menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Bahkan bisa memicu stunting,” tegasnya.

Selain membahas masalah kesehatan remaja, Farhan juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas sebagai penopang kemajuan Kota Bandung. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi kita sekarang tinggi. Kalau ini bisa kita jaga, Bandung akan makin sejahtera. Kota yang sejahtera pasti membutuhkan banyak tenaga kerja,” kata Farhan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan Kota Bandung akan menarik lebih banyak pendatang dari berbagai daerah. Hal ini menuntut masyarakat Bandung untuk semakin siap menghadapi persaingan di dunia kerja.

"Orang dari berbagai daerah akan terus datang ke Bandung. Kita semua harus siap menghadapi persaingan produktivitas,” ujarnya.

Program pencegahan anemia melalui pemberian TTD gratis ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis Pemkot Bandung dalam melahirkan generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru