Minggu, 31 Mei 2026

Pemkot Bandung Intensifkan Pencegahan DBD Lewat Edukasi dan Sosialisasi

Kamis, 20 November 2025 06:12 WIB
Pemkot Bandung Intensifkan Pencegahan DBD Lewat Edukasi dan Sosialisasi
Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bandung berdialog dengan warga dalam kegiatan sosialisasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Braga, Selasa (18/11/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diprediksi meningkat pada November 2025 hingga awal 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta masyarakat untuk lebih waspada sejak dini, mengingat tren siklus DBD meningkat setiap 3–4 tahun sekali.

“Kita akan memulai sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan DBD. Karena memasuki November, Desember, hingga Januari nanti diperkirakan ada peningkatan kasus,” ujar Farhan saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Braga, Selasa.

Farhan menambahkan, meskipun kasus DBD pada 2025 menunjukkan penurunan, prediksi untuk 2026 hingga 2028 menunjukkan peningkatan hingga puncaknya pada 2028.

“Ini siklusnya. Tahun 2025 turun, tapi 2026 sampai 2028 diprediksi naik. Karena itu, kita harus siaga dan bergerak lebih cepat,” ucapnya.

Pemerintah Kota Bandung pun mewajibkan seluruh kelurahan dan kecamatan untuk memulai sosialisasi dan edukasi pencegahan DBD, termasuk pemeriksaan lingkungan guna meminimalkan risiko berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

Farhan juga menyampaikan kabar baik terkait fasilitas pemeriksaan dini DBD.

“Pengetesan gejala DBD, yaitu protein non-struktural 1 (NS1), sekarang sudah gratis di Puskesmas. Syaratnya, kalau dalam 24 jam mengalami demam, langsung datang ke Puskesmas,” katanya.

Tes NS1 digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus dengue sejak dini, bahkan sebelum tubuh memproduksi antibodi yang bisa terdeteksi beberapa hari kemudian. Dengan diagnosis dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Plt Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menambahkan bahwa pemeriksaan NS1 dapat dilakukan sejak hari pertama demam dan layanan ini sudah termasuk dalam BPJS Kesehatan.

“Kota Bandung masih berada pada kategori endemis, sehingga kasus DBD muncul setiap tahun di semua kecamatan. Karena itu, kewaspadaan harus terus dijaga,” ujar Dadan.

Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pencegahan melalui 3M Plus, yakni:

1. Menguras tempat penampungan air dan menyikatnya agar telur nyamuk tidak menempel.

2. Menutup wadah penampungan air dan saluran yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

3. Mengelola ulang sampah, bukan sekadar mengubur barang yang masih bisa dipakai agar tidak menjadi tempat tumpukan air.

“Plus” adalah tindakan tambahan, seperti mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan losion antinyamuk atau alat pengusir nyamuk.

“DBD kadang tidak terasa sampai gejala muncul. Kalau demamnya enggak turun-turun, segera periksa. Dari hari pertama demam sudah bisa terdeteksi lewat NS1,” pungkas Dadan.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bandung berharap masyarakat dapat terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksakan diri sejak dini, sehingga potensi peningkatan kasus DBD dapat diminimalkan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis
Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor
Kementan Pastikan Industri Sawit Tetap Normal, Harga TBS Petani Dijaga
Pemkab Jepara Buka Program Kartu Sarjana 2026, Mahasiswa Bisa Dapat Bantuan Kuliah hingga Semester Delapan
Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan
DKPPP Temanggung Temukan Sapi Kurban Terinfeksi Cacing Hati
komentar
beritaTerbaru