Senin, 06 Juli 2026

Cek Kesehatan Gratis Diikuti 50 Juta Warga, Kemenkes Temukan Beragam Masalah Kesehatan

Kamis, 06 November 2025 09:14 WIB
Cek Kesehatan Gratis Diikuti 50 Juta Warga, Kemenkes Temukan Beragam Masalah Kesehatan
Petugas kesehatan memeriksa kondisi gigi salah satu peserta dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di salah satu fasilitas kesehatan di Jakarta, Selasa (5/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian bersejarah dengan lebih dari 50,5 juta peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, dan berhasil memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan masyarakat Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, dari 53,6 juta pendaftar, sebanyak 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 4 November 2025.

Dari jumlah tersebut, 34,3 juta peserta mengikuti CKG umum, sementara 16,2 juta peserta berasal dari kalangan sekolah.

Namun di balik capaian besar tersebut, Kemenkes menemukan sejumlah tantangan serius. Berdasarkan data akhir Oktober 2025, 95,8% warga dewasa tercatat kurang aktivitas fisik, sementara 41,9% mengalami karies gigi, 32,9% obesitas sentral, dan 24,4% overweight atau obesitas.

Temuan ini memperkuat fakta bahwa penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi ancaman utama bagi kelompok usia produktif.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, capaian CKG menjadi tonggak penting dalam peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, namun sekaligus menjadi peringatan keras bahwa gaya hidup sehat harus semakin diprioritaskan.

“Pencapaian lebih dari 50,5 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya kesehatan nasional. Namun data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama,” ujar Menkes Budi di Jakarta, Selasa.

Budi menegaskan, CKG bukan sekadar program pemeriksaan massal, melainkan instrumen strategis untuk deteksi dan tatalaksana dini penyakit. Semakin cepat penyakit dideteksi, semakin besar pula peluang untuk mencegah kondisi kronis, kecacatan, hingga kematian.

“Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan, dan intervensi di masyarakat,” tambahnya.

Kemenkes juga mencatat sejumlah temuan penting pada kelompok usia lain. Pada bayi baru lahir, ditemukan risiko kelainan saluran empedu (18,6%), berat badan lahir rendah (6,1%), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,5%).

Sementara pada balita dan anak prasekolah, masalah kesehatan gigi (31,5%), stunting (5,3%), dan wasting (3,8%) masih mendominasi. Di kalangan remaja dan pelajar, temuan aktivitas fisik kurang (60,1%), karies gigi (50,3%), serta anemia (27,2%) menunjukkan bahwa pola hidup tidak aktif telah terbentuk sejak usia muda.

Adapun pada kelompok lansia, 96,7% tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7% mengalami hipertensi, menandakan perlunya upaya berkelanjutan untuk menjaga kualitas hidup di usia tua.

Budi menambahkan, hasil dari program CKG akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan nasional serta promosi gaya hidup sehat di masa mendatang.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Menkes, keberhasilan pelaksanaan CKG tidak lepas dari kerja keras tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dukungan puskesmas dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh petugas kesehatan serta pemerintah daerah. Tanpa mereka, mustahil program sebesar ini bisa berjalan sukses dan berdampak luas,” tutur Budi.

Program CKG menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional, memperluas deteksi dini, dan menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru