Senin, 06 Juli 2026

TNI Didorong Terlibat Tangani Penyakit Menular, Menkes Budi: Lebih Mematikan dari Perang

Rabu, 22 Oktober 2025 07:26 WIB
TNI Didorong Terlibat Tangani Penyakit Menular, Menkes Budi: Lebih Mematikan dari Perang
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berbincang dengan prajurit TNI saat meninjau pembangunan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan 835 di Desa Kerekeh, Sumbawa Besar, Sabtu (18/10/2025). (Dok/Kemenkes)
Sumbawa Barat (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi ancaman non-militer seperti pandemi dan penyakit menular yang dapat mengancam stabilitas nasional.

“Sepanjang sejarah, penyakit menular adalah pembunuh terbesar umat manusia, bahkan lebih besar dari perang,” ujar Budi saat meninjau pembangunan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (MA Batalyon TP) 835 di Desa Kerekeh, Sumbawa Besar, Sabtu.

Menurut Menkes, berbagai wabah seperti Black Death, Spanish Flu, hingga COVID-19 telah menelan ratusan juta korban jiwa di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa ancaman kesehatan bisa lebih mematikan dibanding konflik bersenjata.

“Pandemi COVID-19 bahkan jadi perang dunia yang paling merepotkan semua pemimpin,” imbuhnya.

Budi menekankan, pertahanan negara tidak hanya sebatas kekuatan militer semata, namun juga mencakup kemampuan melindungi rakyat dari ancaman penyakit. Karena itu, sinergi antara TNI dan Kemenkes sangat penting untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional, terutama di wilayah perbatasan dan daerah rawan bencana.

“Melindungi rakyat dari penyakit juga bagian dari sistem pertahanan semesta. Kita harus siap menghadapi wabah di masa depan,” tegasnya.

Selain meninjau pembangunan markas batalyon, Menkes juga menyampaikan dukungan terhadap percepatan pembangunan RSUD Sumbawa, yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian sejak dimulai pada 2019.

“Nanti kekurangannya akan saya bicarakan dengan Kemenkeu biar bisa cepat selesai,” kata Budi.

Markas Batalyon TP 835 sendiri dibangun di atas lahan hibah seluas 50 hektar dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Satuan ini memiliki peran strategis dalam kegiatan pembangunan sosial, pertanian, serta kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Kerja sama lintas sektor antara Kemenkes dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah dijalin sejak Juli 2025 melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan BPOM. Bentuk sinerginya meliputi kolaborasi antar rumah sakit, penguatan layanan kesehatan di daerah terpencil, hingga penyediaan obat melalui Pusat Farmasi Pertahanan Negara.

Sejak 2021, Kemenkes juga aktif mendukung TNI melalui pelatihan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), pembentukan Emergency Medical Team (EMT), serta penyaluran logistik dan obat-obatan untuk berbagai misi kemanusiaan, termasuk ke Gaza.

Menutup kunjungannya, Budi berpesan agar seluruh prajurit TNI senantiasa menjaga kebugaran dan kesehatan.

“Saya ingin tidak ada prajurit yang wafat karena penyakit sebelum pensiun. Kalau bisa, umur rata-rata prajurit kita melampaui 80 tahun,” pesan Budi.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan sistem kesehatan nasional semakin kuat dan mampu menjadi bagian integral dari ketahanan nasional Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
TNI
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru