Selasa, 07 April 2026

Wamenkes Tegaskan Komitmen Perkuat Mutu dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 21 Oktober 2025 07:26 WIB
Wamenkes Tegaskan Komitmen Perkuat Mutu dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Menteri Kesehatan II dr Benjamin Paulus Octavianus SpP FISR (ketiga dari kanan) bersama jajaran Kementerian Kesehatan saat temu media membahas pengawasan dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, Jakarta, Jumat (17/10/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan II, dr Benjamin Paulus Octavianus SpP FISR (dr Benny) menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pengawasan serta memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pemaparannya, dr Benny menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman, sehat, dan berkualitas.

“Setiap hari sebelum jam enam pagi, saya menerima laporan dari tim Kementerian Kesehatan terkait kondisi lapangan, termasuk pemantauan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia. Laporan ini saya diskusikan dengan Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) untuk dapat ditindaklanjuti,” ujar dr Benny dalam acara temu media membahas program-program prioritas Presiden Prabowo, Jumat.

Ia menambahkan, sistem pelaporan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan yang dilakukan secara real-time untuk menjamin mutu dan keamanan makanan yang dibagikan kepada masyarakat.

“Kami pastikan seluruh proses terpantau ketat dan terus diperbaiki dari waktu ke waktu,” katanya.

Program MBG, lanjut dr Benny, memiliki tujuan strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga anak menyelesaikan pendidikan menengah.

“Tujuan utama Presiden dalam program ini adalah menurunkan angka stunting. Karena stunting tidak dimulai saat anak lahir, tapi sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun. Dengan pemberian makan bergizi dari ibu hamil sampai anak sekolah, kualitas gizi dan kecerdasan anak Indonesia akan meningkat signifikan,” jelasnya.

Selain pengawasan, Kementerian Kesehatan juga berupaya meningkatkan kapasitas dan standar operasional setiap SPPG yang kini telah mencapai lebih dari 10.700 titik layanan di seluruh Indonesia.

“Satu SPPG melayani sekitar 3.000–3.500 orang. Dalam enam minggu terakhir saja, jumlahnya bertambah 7.000 unit — artinya ada tambahan sekitar 21 juta penerima makanan bergizi setiap hari. Ini kegiatan besar yang harus dijalankan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab,” terangnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menambahkan tenaga ahli kesehatan lingkungan di setiap SPPG guna memastikan kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan.

“Kami sudah menambahkan satu tenaga ahli baru di setiap SPPG, yaitu ahli kesehatan lingkungan. Tujuannya agar air bersih, sanitasi, dan bahan makanan yang dimasak selalu terjaga kualitasnya. Ini penting untuk mencegah terulangnya kasus keracunan pangan,” tegasnya.

Terkait aspek hukum dan transparansi data, dr Benny menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG masih terus disempurnakan sambil menunggu regulasi payung hukum yang akan ditetapkan oleh penyelenggara utama program.

“Kementerian Kesehatan berperan dalam pengawasan dan pencegahan risiko kesehatan. Payung hukumnya akan ditetapkan oleh pengelola program MBG. Namun kami memastikan semua laporan lapangan dimonitor ketat dan transparan,” katanya.

Ia menambahkan, mekanisme pengawasan kini dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi antara tenaga kesehatan lingkungan, puskesmas, dan dinas kesehatan daerah.

“Sekarang pengawasan jauh lebih baik. Setiap hari kami menerima laporan dari seluruh puskesmas dan dinas kesehatan. Kalau ada satu titik bermasalah, kita tangani cepat tanpa menghentikan ribuan titik lainnya yang berjalan baik,” jelas dr Benny.

Menurutnya, pelaksanaan MBG yang dijalankan oleh BGN merupakan program nasional berskala besar yang terus disempurnakan dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor.

“Program ini besar sekali dan tentu ada proses pembelajaran. Tapi yang penting, kita terus memperbaiki, memperkuat sistem, dan memastikan masyarakat mendapat makanan bergizi dan aman setiap hari,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru