Selasa, 07 April 2026

Menkes Beberkan Peran Wamen dalam Mendukung Program Unggulan Presiden

Selasa, 21 Oktober 2025 07:19 WIB
Menkes Beberkan Peran Wamen dalam Mendukung Program Unggulan Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) bersama Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono (kiri) dan dr Benjamin Paulus Octavianus (kanan) saat temu media membahas program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membagi secara tegas peran dua wakil menteri kesehatan dalam upaya meningkatkan efektivitas dan kinerja kementerian.

Pembagian tugas ini dilakukan setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjuk dr Benjamin Paulus Octavianus SpP FISR (dr Benny) sebagai Wakil Menteri Kesehatan II pada 8 Oktober 2025 lalu.

Dalam acara temu media yang digelar di Jakarta, Jumat, Menkes Budi menjelaskan bahwa pembagian peran ini ditujukan agar masing-masing wamen dapat bekerja lebih fokus sesuai bidangnya.

“Kita sudah bagi-bagi tugas sesuai bidangnya agar lebih fokus dan efektif. dr Benny fokus pada penyakit menular seperti TBC, sementara Prof Dante menangani penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia,” ujar Menkes Budi.

Lebih lanjut, Menkes menyebut dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Kedua program tersebut, menurutnya, perlu pengawasan dan pelaksanaan yang optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

“dr Benny akan mendukung program Makan Bergizi Gratis, sementara Prof Dante akan fokus pada Cek Kesehatan Gratis. Kalau dua program ini berhasil, 40 sampai 50 persen masalah kesehatan kita bisa selesai,” tegas Budi.

Budi menekankan, program Makan Bergizi Gratis memiliki kaitan erat dengan sejumlah isu kesehatan nasional seperti stunting, TBC, serta angka kematian ibu dan anak. Menurutnya, asupan gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam mencegah berbagai penyakit, baik infeksi maupun kronis.

“Program makan bergizi gratis itu tidak hanya soal makan. Di situ ada dampak langsung ke penurunan stunting, TBC, bahkan kematian ibu dan anak,” jelasnya.

Selain pembagian berdasarkan penyakit, Menkes juga menjelaskan bahwa masing-masing wamen akan menangani bidang strategis lainnya. dr Benny akan berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta kerja sama dengan organisasi profesi dan perguruan tinggi, sedangkan Prof Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD PhD akan fokus pada transformasi pembiayaan kesehatan dan penguatan SDM internal Kemenkes.

“Saya minta Prof Dante juga mendalami pembiayaan kesehatan, agar kita bisa memastikan BPJS tetap kuat dan mampu mendukung rumah sakit dalam penanganan penyakit tidak menular yang membutuhkan peralatan canggih,” terang Budi.

Menkes Budi menutup dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memperteguh komitmen seluruh jajaran Kementerian Kesehatan agar program unggulan Presiden dapat terlaksana secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita semua punya peran. Tapi yang terpenting, kita harus jalan bersama agar reformasi yang digulirkan Bapak Presiden dapat dibangun secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru