Senin, 06 Juli 2026

Lewat Program Speling, Gubernur Ahmad Luthfi Sukses Turunkan Kasus TBC dan Kematian Ibu

Minggu, 12 Oktober 2025 07:26 WIB
Lewat Program Speling, Gubernur Ahmad Luthfi Sukses Turunkan Kasus TBC dan Kematian Ibu
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam program Speling di Balai Desa Wonoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (9/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Wonogiri (buseronline.com) - Program Speling atau Dokter Spesialis Keliling yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin mulai menunjukkan hasil nyata. Program inovatif ini terbukti efektif menekan angka kematian ibu (AKI) dan mempercepat penanganan kasus tuberkulosis (TBC) di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menjelaskan bahwa Speling merupakan bentuk penerjemahan Gubernur atas program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bedanya, program Speling menghadirkan langsung dokter spesialis keliling ke masyarakat untuk memberikan layanan kesehatan di berbagai wilayah terpencil.

“Program ini sudah menunjukkan hasil positif, seperti penurunan kasus AKI dan peningkatan penanganan TBC di sejumlah kabupaten,” kata Yunita dalam kegiatan Speling di Balai Desa Wonoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kamis.

Menurut data Dinas Kesehatan Jateng, jumlah kasus AKI per September 2025 tercatat sebanyak 245 kasus, menurun 75 kasus dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 320 kasus.

“Tahun ini Alhamdulillah sudah ada penurunan, tetapi kami ingin lebih signifikan lagi,” ujar Yunita.

Untuk menekan angka kematian ibu lebih jauh, Pemprov Jateng terus mendorong pemeriksaan kehamilan rutin melalui Ante Natal Care (ANC). Ibu hamil diwajibkan melakukan pemeriksaan USG minimal dua kali dan pemeriksaan dokter sedikitnya enam kali selama masa kehamilan.

“Dengan adanya dokter spesialis keliling, kami bisa lebih dini mendeteksi risiko tinggi kehamilan. Kalau ditemukan risiko tinggi, ibu akan dirujuk ke rumah sakit PONEK atau puskesmas PONED,” jelas Yunita.

Selain menekan AKI, Speling juga berdampak signifikan terhadap penanganan TBC. Fokus pemerintah saat ini bukan hanya menurunkan jumlah kasus, tetapi juga meningkatkan penemuan dan kesembuhan pasien.

“Kesembuhan pasien harus mencapai 90 persen dari kasus yang ditemukan. Sekarang sudah mencapai 86 persen,” tambahnya.

Hingga Oktober 2025, Jawa Tengah telah menemukan 61 persen dari target 107 ribu kasus TBC melalui metode pemeriksaan aktif di lapangan (active case finding). Setiap satu pasien TBC akan ditelusuri minimal delapan kontak erat untuk menghentikan rantai penularan.

“Selain itu, keluarga pasien juga mendapat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak tertular,” lanjutnya.

Sejak diluncurkan, program Speling telah menjangkau 582 desa dari total 1.278 desa yang menjadi target di seluruh Jawa Tengah, dengan penerima manfaat mencapai 63.600 orang. Sementara program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 9,2 juta jiwa di provinsi tersebut.

“Ini kerja bareng antara pemprov, rumah sakit, dan pemerintah kabupaten/kota. Semua menyengkuyung, sesuai arahan Pak Gubernur agar seluruh pihak bersinergi,” ungkap Yunita.

Dengan capaian itu, Pemprov Jateng optimistis target nasional penurunan AKI dan eliminasi TBC bisa dicapai lebih cepat. “Kalau layanan dekat dan gratis, masyarakat pasti mau berobat,” tegasnya.

Sementara itu, dr Brianita Rizki, dokter umum yang menangani poli paru di kegiatan Speling Desa Wonoharjo, mengatakan bahwa dari 16 pasien yang diperiksa, satu di antaranya positif TBC.

“Sebagian besar datang dengan keluhan batuk atau punya riwayat kontak dengan penderita TB. Kalau positif, langsung kita obati sesuai protokol,” ujarnya.

Warga setempat, Sunarti, mengaku senang dapat mengikuti pemeriksaan gratis.

“Tadi dirontgen dan ketemu dokter spesialis langsung. Senang banget, apalagi gratis,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Maryati, warga lainnya. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kalau berobat sendiri mahal. Program ini sangat membantu, semoga terus berlanjut. Terima kasih Pak Gubernur,” ucapnya.

Selain pemeriksaan TBC, Speling juga menyediakan layanan pemeriksaan kehamilan gratis. Petugas bahkan mendatangi rumah-rumah warga, seperti Sunarni, yang mendapat pemeriksaan kandungan langsung.

“Terima kasih Pak Gubernur, program ini sangat membantu kami,” katanya penuh haru.

Dengan berbagai capaian tersebut, program Speling diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan daerah yang efektif, merata, dan berkelanjutan di Jawa Tengah. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru