Selasa, 07 Juli 2026

Kemenkes Investigasi Kasus Cacingan Berat di Seluma, Siapkan Langkah Tindak Lanjut

Minggu, 21 September 2025 07:05 WIB
Kemenkes Investigasi Kasus Cacingan Berat di Seluma, Siapkan Langkah Tindak Lanjut
Tim Kementerian Kesehatan bersama Pemkab Seluma saat meninjau kondisi balita penderita cacingan berat di ruang perawatan RS Ummi, Seluma, Rabu (17/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Seluma (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan kasus cacingan berat yang dialami seorang balita di Kabupaten Seluma, Bengkulu, menjadi bahan evaluasi serius lintas sektor. Kemenkes telah melakukan investigasi lapangan sekaligus menyiapkan langkah tindak lanjut untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kasus serupa di masa mendatang.

“Kasus ini memberikan pelajaran berharga. Investigasi bersama sudah dilakukan, dan tindak lanjut akan difokuskan pada efektivitas program, perbaikan lingkungan, serta pemantauan kesehatan anak,” ujar Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, di Jakarta, Kamis.

Balita berusia 1 tahun 8 bulan berinisial KNS dari Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, diketahui dirawat intensif sejak 14 September 2025 dengan kondisi berat. Pasien menunjukkan gejala demam, sesak napas, hingga keluarnya cacing dari hidung dan feses.

Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan KNS mengalami bronkopneumonia (sindrom Loeffler), ascariasis, gizi buruk, serta anemia defisiensi besi. Penyelidikan awal menemukan faktor risiko lingkungan dan gizi yang sangat memengaruhi kondisi pasien.

Lingkungan rumah pasien dinilai tidak layak huni, dengan lantai tanah, kondisi lembap, tanpa jendela, serta jarak sumber air bersih dengan septic tank kurang dari tiga meter. Selain itu, obat cacing sebenarnya sudah diberikan pada Juli 2025 melalui Posyandu, namun tidak dapat dipastikan apakah obat benar-benar diminum oleh pasien.

Investigasi gabungan dilakukan pada 17 September 2025, melibatkan Kemenkes, Kemenko PMK, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Seluma, serta Baznas. Dari hasil investigasi, tim juga menemukan kakak pasien berusia 4 tahun mengalami kondisi serupa dan kini dirawat di RS Ummi dengan diagnosis ascariasis dan gizi kurang.

“Padahal cakupan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan di Seluma tercatat 99 persen. Karena itu, evaluasi akan diarahkan pada pemantauan kepatuhan minum obat di masyarakat,” tambah Aji.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes memastikan POPM cacingan di desa setempat akan digencarkan dengan mekanisme directly observed treatment (obat diminum langsung di hadapan petugas). Selain itu, penyuluhan kesehatan, kunjungan rumah, serta pemantauan balita yang tidak hadir di Posyandu akan diperkuat.

Pemerintah daerah bersama Baznas juga akan melaksanakan program bedah rumah guna memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga pasien. Sementara Kemenko PMK memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan agar upaya perbaikan kesehatan dan lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Inggris Tundukkan Meksiko 3-2, Jude Bellingham Bersinar dan Antar The Three Lions ke Perempat Final
Piala Presiden 2026 Resmi Diluncurkan, Delapan Klub Siap Ramaikan Turnamen Pramusim
Ratusan Atlet Pelajar Ramaikan O2SN SMA/SMK Tingkat Jawa Barat 2026
Bandung Jadi Tuan Rumah Seri IV Kejuaraan PBTI, 1.700 Atlet dari 18 Provinsi Bertanding
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
komentar
beritaTerbaru