Rabu, 19 Agustus 2026

Pemerintah Percepat Masa Adaptasi Bagi Dokter Spesialis WNI LLN

Minggu, 20 November 2022 13:07 WIB
Pemerintah Percepat Masa Adaptasi Bagi Dokter Spesialis WNI LLN
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan kesempatan bagi dokter spesialis Warga Negara Indonesia Lulusan dari Luar Negeri (WNI LLN) yang dinilai berkompeten untuk bisa berkontribusi terhadap pelayanan kesehatan secara langsung tanpa menunggu kuota di institusi pendidikan dengan membuka program adaptasi dokter spesialis WNI khusus lulusan dari luar negeri.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat masa adaptasi bagi dokter spesialis WNI LLN serta mendukung pemenuhan dokter spesialis di rumah sakit yang membutuhkan.

Program ini untuk membuka jalan bagi dokter spesialis lulusan luar negeri untuk berbakti di Indonesia, dengan tanpa mengurangi kompetensi dan kualitas para dokter, kata Budi Gunadi, Minggu (20/11/2022).

Sejak dibuka awal tahun sampai bulan November 2022, ada sekitar 35 orang pemohon program adaptasi dokter spesialis yang berasal dari 8 negara asal pendidikan yakni Filipina, Jepang, Jerman, Malaysia, Nepal, Rusia, Tiongkok, dan Ukraina.

Seluruhnya berasal dari 9 divisi spesialisasi yaitu spesialis anak, obsgyn, penyakit dalam, bedah, anestesi, dermatologi venerologi, bedah plastik, orthopaedi, dan mata.

Alhamdulillah sudah ada 3 orang dari spesialis orthopedi dan traumatologi sudah lulus uji kompetensi, dan bisa dilanjutkan untuk melakukan adaptasi sesuai wilayah penempatan, lanjut Budi Gunadi.

Ketiga nama yang telah dinyatakan kompeten akan bersiap memasuki masa adaptasi di RS penempatan pada bulan November 2022 sampai dengan Oktober 2024, yaitu dr Einstein Yefta Endoh, asal pendidikan Filipina, penempatan di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara.

dr Anastasia Pranoto, asal pendidikan Filipina, penempatan di RSUD Cut Meutia Provinsi Aceh. dr Ikhwan, asal pendidikan Malaysia, penempatan di RSUD dr Fauziah Bireuen Provinsi Aceh.

Ketiganya akan melakukan adaptasi sambil praktik, dan akan didampingi oleh kolegium. Mereka juga akan diberikan insentif, ujar Budi Gunadi.

Adapun besaran insentif yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan lokasi RS penempatan, yaitu: 24 juta untuk RS daerah terpencil, perbatasan, kepulauan; 12 juta untuk RS Regional Timur (Kalimantan, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua) di luar daerah terpencil, perbatasan, kepulauan dan 7 juta untuk RS Regional Barat (Sumatera, Jawa, Bali, dan NTB) di luar daerah terpencil, perbatasan, kepulauan.

Lebih lanjut, Menkes menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan program adaptasi yang tergabung dalam Komite Bersama Adaptasi untuk senantiasa bekerja dengan maksimal.

Menkes juga mengajak semua pihak terkait termasuk diaspora Indonesia yang masih berpraktik di luar negeri untuk membantu mensukseskan program adaptasi dokter spesialis WNI LLN dan berkontribusi aktif dalam pembangunan Indonesia sehat.
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
RS
beritaTerkait
Investasi Kota Bandung Tembus Rp6,4 Triliun, Target Akhir Tahun Rp12 Triliun
Polres Ende Berikan Trauma Healing kepada Anak Korban Gempa di Lokoboko
HUT ke-81 RI, KPK Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Integritas dan Lawan Korupsi
Pemkab Bekasi Dorong Generasi Muda Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045
PMI Sebarluaskan Informasi Akses Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Gempa di Reok
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Kritik Proyek Gianni Infantino
komentar
beritaTerbaru