Minggu, 04 Oktober 2026

Dokter Spesialis Siap Kembali ke Daerah untuk Distribusi Layanan Kesehatan Merata

Rabu, 10 September 2025 12:23 WIB
Dokter Spesialis Siap Kembali ke Daerah untuk Distribusi Layanan Kesehatan Merata
Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) RSPPU angkatan pertama berfoto bersama usai orientasi di Jakarta, Senin (8/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah resmi memulai Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) dengan menempatkan 58 peserta dari berbagai daerah yang selama ini mengalami kelangkaan tenaga medis spesialis. Seluruh peserta angkatan pertama dipastikan akan kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Ketua Program PPDS RSPPU yang juga menjabat Dirjen Kesehatan Lanjutan, dr Azhar Jaya, menegaskan program ini dirancang untuk menutup kesenjangan distribusi dokter spesialis di Indonesia.

“Yang hadir di sini tidak ada yang berasal dari kota besar, semuanya dari daerah-daerah yang dokter spesialisnya mengalami kelangkaan,” ujarnya dalam Orientasi Program PPDS RSPPU yang digelar di Jakarta, Senin.

Peserta didik berasal dari sejumlah program studi, di antaranya Ilmu Kesehatan Anak, Neurologi, Jantung dan Pembuluh Darah, Onkologi Radiasi, Orthopaedi dan Traumatologi, serta Ilmu Kesehatan Mata. Mereka akan ditempatkan di beberapa rumah sakit pendidikan utama, yakni:

- RS Pusat Otak Nasional (RS PON),

- RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita,

- RS Kanker Dharmais,

- RS Mata Cicendo Bandung,

- RS Ortopaedi Prof Dr R Soeharso Solo, dan

- RSAB Harapan Kita.

Pada tahap orientasi pertama, peserta diperkenalkan pada peran, tanggung jawab, sistem pembelajaran, serta etika profesi. Setelah itu, mereka akan mengikuti orientasi lanjutan di rumah sakit masing-masing untuk memahami pola kerja dan budaya kerja yang berlaku.

Azhar memastikan setiap peserta terikat komitmen formal dengan pemerintah. “Bapak Ibu semua adalah peserta didik sekaligus tenaga yang bekerja. Oleh sebab itu, sebelum masuk akan ada penandatanganan komitmen dan indikator kinerja,” jelasnya.

Menurutnya, pola rekrutmen berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci agar setelah lulus, peserta kembali mengabdi di rumah sakit asal sehingga tidak ada lagi daerah yang kekurangan tenaga dokter spesialis.

“Saya sudah berbicara dengan bapak ibu di sini, semuanya akan kembali ke daerahnya masing-masing ketika menyelesaikan pendidikan,” tegas Azhar.

Program PPDS RSPPU diharapkan mampu memperbaiki distribusi dokter spesialis secara merata di seluruh Indonesia dan menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru