Jumat, 10 Juli 2026

Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Megathrust Digelar Kemenkes di Sumatera Barat

Minggu, 07 September 2025 12:09 WIB
Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Megathrust Digelar Kemenkes di Sumatera Barat
Tim medis melakukan evakuasi korban dalam Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi Megathrust yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, Rabu (3/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Padang (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menggelar Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi Megathrust pada 31 Agustus–3 September 2025. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan, fasilitas layanan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi krisis akibat bencana besar.

Acara puncak simulasi berlangsung di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah pusat, daerah, hingga organisasi masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah antisipatif.

“Sumatera Barat memiliki sejarah panjang menghadapi gempa bumi dan tsunami. Simulasi ini penting untuk meminimalkan korban dan mempercepat penanganan darurat. Dalam kondisi krisis, yang paling penting adalah kecepatan dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyebut kesiapsiagaan sebagai bentuk investasi untuk keselamatan masyarakat.

“Kita tidak bisa menghindari gempa, tetapi kita bisa memperkuat persiapan agar dampaknya dapat diminimalisir. Apa yang kita lakukan hari ini bisa menentukan keselamatan ribuan bahkan jutaan jiwa di masa mendatang,” ungkapnya.

Kemenkes menyiapkan empat strategi utama dalam memperkuat respons kesehatan terhadap ancaman megathrust, yaitu:

1. Tenaga Cadangan Kesehatan,

2. Emergency Medical Team (EMT),

3. Health Emergency Operation Center (HEOC), dan

4. Public Safety Center (PSC) 119.

Latihan cluster kesehatan juga menitikberatkan pada penguatan koordinasi, ketersediaan logistik medis, sistem rujukan, serta jejaring lintas sektor.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berupa pelatihan teknis, tetapi juga field training exercise (FTX) yang meniru kondisi nyata di lapangan.

Total 657 peserta terlibat dalam simulasi, terdiri dari unsur kesehatan dan lintas sektor seperti BNPB, Basarnas, TNI, Polri, PMI, PLN, PDAM, serta organisasi masyarakat.

“Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif. Momentum simulasi ini bukan hanya penting bagi Sumatera Barat, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkas Kunta. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58, 282 Capaja Siap Jadi Perwira Polri
Kemah Bela Negara 2026 Digelar di Garut, Perkuat Karakter Generasi Muda dan Cegah Radikalisme
komentar
beritaTerbaru