Selasa, 07 April 2026

DVI Korban Helikopter Meratus Akan Dilakukan di RS Bhayangkara Banjarmasin

Sabtu, 06 September 2025 04:30 WIB
DVI Korban Helikopter Meratus Akan Dilakukan di RS Bhayangkara Banjarmasin
Tim gabungan mengevakuasi korban kecelakaan helikopter BK117 D3 di kawasan Pegunungan Meratus, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jumat (5/9/2025). (Dok/Humas Polri)
Banjarmasin (buseronline.com) - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banjarmasin menyatakan kesiapannya melaksanakan proses Disaster Victim Identification (DVI) terhadap delapan korban kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan Pegunungan Meratus, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kesiapan ini disampaikan Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko SpAnTI MM MARS QHIA, melalui Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi SIK MH, Jumat (5/9/2025). Menurutnya, RS Bhayangkara telah mengaktifkan protokol penanganan korban massal begitu lokasi jatuhnya helikopter ditemukan.

“Tim Ante Mortem sudah kami kerahkan untuk mengumpulkan data, ciri khas, serta petunjuk yang dibutuhkan untuk proses pemeriksaan,” jelas Adam Erwindi.

Sejumlah langkah telah dipersiapkan untuk mempercepat proses identifikasi korban, antara lain:

1. Pembukaan posko antemortem untuk pengumpulan data dan informasi dari keluarga korban.

2. Penyiapan tim antemortem guna menggali informasi spesifik mengenai tanda fisik maupun properti korban.

3. Pengumpulan informasi holistik yang tidak hanya terbatas pada data fisik.

4. Koordinasi antar RS Bhayangkara dan instansi terkait untuk pemeriksaan DNA.

5. Penyediaan dukungan psikologis bagi keluarga korban melalui layanan trauma healing.

Dalam tragedi ini, diketahui terdapat tiga korban berkewarganegaraan asing. Polda Kalsel akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi guna mempermudah proses penyelidikan serta pemulangan jenazah.

Data yang dikumpulkan tim antemortem nantinya akan dicocokkan dengan hasil tim rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban. Proses identifikasi diperkirakan membutuhkan waktu bervariasi, tergantung kondisi jenazah. Bila kondisi jenazah memungkinkan, identifikasi dapat dilakukan lebih cepat. Sebaliknya, jika korban mengalami luka bakar atau pembusukan, identifikasi harus melalui tes DNA yang memerlukan waktu lebih lama.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Prioritas kami adalah mengidentifikasi setiap korban dengan tepat dan menghormati martabat mereka, serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang berduka. Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proses ini dapat berjalan lancar,” pungkas Adam Erwindi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru