Minggu, 31 Mei 2026

Deteksi Dini Kesehatan, Cek Kesehatan Gratis Diluncurkan untuk Siswa Sekolah

Jumat, 08 Agustus 2025 12:14 WIB
Deteksi Dini Kesehatan, Cek Kesehatan Gratis Diluncurkan untuk Siswa Sekolah
Petugas kesehatan memandu siswi SMP saat pemeriksaan mata dalam peluncuran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMP Negeri 5 Kota Bandung, Senin (4/8/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan RI resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah secara nasional. Peluncuran perdana berlangsung di SMP Negeri 5 Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin pagi, dan diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Program ini ditujukan untuk menjangkau lebih dari 53 juta anak sekolah dari lebih 230 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan jenjang pendidikan.

“Jadi di sini kita mulai, cek kesehatan gratis untuk anak sekolah. Ini langkah penting karena anak-anak adalah fondasi masa depan,” ujar Menkes Budi dalam sambutannya.

Program CKG mencakup 13 item pemeriksaan untuk siswa SD, 15 item untuk SMP, dan 14 item untuk SMA, yang meliputi kondisi mata, gigi, berat dan tinggi badan, tekanan darah, hemoglobin (Hb), hingga evaluasi postur tubuh.

Dalam implementasi awal di SMPN 5 Bandung, Menkes Budi mencontohkan hasil pemeriksaan terhadap 14 siswa. Hasilnya, sembilan siswa mengalami gangguan penglihatan.

“Kadang nilai anak-anak jelek bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka tidak bisa melihat dengan jelas. Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa bantu mereka. Itulah pentingnya deteksi dini,” ujarnya.

Secara nasional, Budi menyebut masalah gigi dan anemia pada remaja putri sebagai temuan paling umum dalam program ini. Anemia dinilai berisiko tinggi, khususnya pada perempuan usia subur, karena dapat menyebabkan komplikasi saat kehamilan dan berpotensi menyebabkan stunting pada anak.

Adapun gangguan mata semakin meningkat, yang menurut Budi disebabkan oleh kebiasaan penggunaan gawai secara berlebihan.

“Preventifnya ya kurangi lihat HP. Sekarang anak-anak terbiasa melihat dekat, padahal mata juga perlu melihat jauh. Harus seimbang,” ujarnya.

Menkes juga menekankan pentingnya pemeriksaan gigi rutin di puskesmas. Gangguan seperti karang gigi dan gigi berlubang tidak hanya mengganggu makan, tetapi juga bisa menyebabkan infeksi serius yang menyebar ke organ vital lainnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang turut hadir dalam acara peluncuran menyambut baik program nasional ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi lintas sektor untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

“Data ini akan dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan, lalu diteruskan ke Dinas Pendidikan, Dispora, Dinsos, dan DP3A. Semua harus terlibat,” kata Farhan.

Farhan juga menekankan pentingnya kegiatan fisik sebagai bagian dari intervensi. Ia mencontohkan olahraga bulu tangkis sebagai alternatif yang bisa mengurangi ketergantungan siswa terhadap gawai.

“Ini bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus menjawab tantangan terhadap 69 indikator pelayanan publik yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Program CKG dipandang sebagai pintu masuk strategis untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, hingga keluarga, program ini menegaskan bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan semata urusan sektor kesehatan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Gerakan Literasi Nasional di NTT
Pemko Medan Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Pertahankan Prestasi Enam Tahun Berturut-turut
Iran dan Irak Raih Kemenangan Penting di Laga Persahabatan Internasional
KONI Labuhanbatu Gelar Coaching Clinic Pelatih untuk Persiapan Porprovsu 2026
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis
Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor
komentar
beritaTerbaru