Selasa, 07 April 2026

Pemkab Bogor Gencar Sasar Anak Zero Dose, Gandeng TNI-Polri dan Tokoh Agama

Selasa, 05 Agustus 2025 10:07 WIB
Pemkab Bogor Gencar Sasar Anak Zero Dose, Gandeng TNI-Polri dan Tokoh Agama
Suasana pertemuan lintas sektor dalam rangka identifikasi dan penjangkauan anak zero dose di Kabupaten Bogor, Rabu (30/7/2025). (Dok/Diskominfo Bogor)
Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah serius untuk menjangkau anak-anak zero dose, yakni anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar sama sekali. Upaya ini dilakukan guna mempercepat tercapainya cakupan imunisasi universal, mencegah kematian bayi dan balita akibat penyakit yang bisa dicegah, serta menjamin keadilan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Bogor menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor pada Rabu, yang juga menjadi langkah awal pelaksanaan Survei Cepat Komunitas (SCK) untuk mengidentifikasi anak-anak zero dose di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Pertemuan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Dinkes Provinsi Jawa Barat, NGO Clinton Health Access Initiative (CHAI), TNI-Polri, tokoh agama, TP-PKK, Camat, Kepala Desa, MUI, penyuluh KUA, bidan desa, hingga Puskesmas.

“Kasus campak, pertusis, bahkan polio kembali muncul dalam tiga tahun terakhir. Padahal sebelumnya hampir tidak ditemukan. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk kembali memperkuat cakupan imunisasi,” tegas Adang Mulyana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, anak zero dose adalah anak yang tidak pernah menerima satu dosis pun dari vaksin dasar, terutama vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), yang kerap dijadikan indikator cakupan awal imunisasi oleh WHO dan UNICEF. Kelompok ini dianggap paling rentan terhadap penyebaran penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Adang menambahkan, tantangan utama di lapangan antara lain tingginya mobilitas penduduk, waktu terbatas orang tua yang bekerja, serta adanya keraguan atau penolakan imunisasi karena alasan keyakinan atau kekhawatiran efek samping.

“Untuk itulah kami melibatkan tokoh agama seperti MUI agar bisa memberi pemahaman, dan juga dukungan TNI-Polri untuk membantu mobilisasi sasaran. Ini kerja bersama, tidak bisa hanya oleh tenaga kesehatan saja,” ungkapnya.

Dalam upaya ini, Dinkes menggandeng NGO CHAI, yang telah lama berperan dalam fasilitasi program imunisasi di Kabupaten Bogor. Beberapa strategi yang dibahas dalam pertemuan meliputi pemetaan sasaran anak zero dose, edukasi berbasis komunitas, serta pelacakan dan pendataan anak-anak yang belum mendapat imunisasi melalui lintas sektor.

“Data anak-anak yang belum diimunisasi sudah kami miliki. Tinggal bagaimana kita bergerak bersama untuk menjangkau mereka. Kalau hanya tenaga medis yang turun, tidak akan cukup. Butuh keterlibatan semua pihak,” jelas Adang.

Ia juga menekankan bahwa imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga menciptakan perlindungan komunitas (herd immunity) agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit menular di masa depan.

“Kalau anak-anak kita tidak diimunisasi, mereka akan menjadi populasi berisiko tinggi dan bisa menularkan ke kelompok lain. Ini bukan hanya soal kesehatan pribadi, tapi tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bogor akan melaksanakan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) yang dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Agustus 2025. Kegiatan ini akan menjadi momentum percepatan penjangkauan dan pemberian imunisasi pada anak-anak yang belum tersentuh layanan imunisasi dasar.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama seluruh stakeholder untuk mendukung pencapaian cakupan imunisasi yang optimal dan menurunkan jumlah anak zero dose di Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.

Dengan keterlibatan multi pihak, termasuk tokoh masyarakat dan institusi keamanan, Pemkab Bogor berharap pendekatan kolaboratif ini dapat menjadi model dalam penanganan masalah imunisasi dan kesehatan anak secara nasional. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru