Selasa, 07 April 2026

Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah Tahun 2025

Minggu, 03 Agustus 2025 07:12 WIB
Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah Tahun 2025
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran Kemenkes meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di salah satu sekolah rakyat berasrama di Bojonegoro, Jawa Timur.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia akan mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah pada tahun 2025.

Program ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diusung Presiden dan Wakil Presiden, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia dini.

Program CKG Sekolah akan menjangkau sekitar 282.317 satuan pendidikan, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, dan sekolah rakyat yang berada di bawah binaan Kementerian Sosial.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan pelaksanaan program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin seluruh penduduk Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil dan menyeluruh.

“Pelaksanaan CKG di sekolah telah dimulai lebih awal di 72 sekolah rakyat berasrama. Hasil awal menunjukkan masalah gigi sebagai keluhan paling umum, disusul gangguan mata, anemia, dan kesehatan jiwa,” ujar Menkes Budi.

Ia juga menyoroti meningkatnya masalah kesehatan mental pada anak-anak, yang salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan gawai secara berlebihan.

Sebagai inovasi baru, program ini juga memasukkan aspek pemeriksaan kesehatan jiwa, yang mencakup deteksi dini kecemasan dan depresi pada peserta didik. Pemeriksaan ini dianggap penting mengingat selama ini masalah kesehatan mental anak kurang mendapatkan perhatian serius.

“Kita mulai ukur tingkat kecemasan dan depresi agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” tambah Menkes.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr Maria Endang Sumiwi menjelaskan bahwa program ini menyasar anak-anak usia 7 hingga 17 tahun, kelompok usia yang dinilai rentan terhadap berbagai tantangan kesehatan.

Data menunjukkan bahwa 1 dari 6 anak usia 13-15 tahun mengalami kelebihan berat badan (overweight), dan 1 dari 6 anak usia 5-14 tahun menderita anemia. Pemeriksaan kesehatan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Untuk SD/sederajat, terdapat 13 jenis pemeriksaan, antara lain: status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, kesehatan gigi, mata, telinga, mental, serta riwayat imunisasi. Maria menegaskan bahwa tidak ada pengambilan darah bagi siswa SD, sehingga orang tua dan siswa tidak perlu khawatir.

Sementara untuk SMP/sederajat, terdapat 15 jenis pemeriksaan, termasuk skrining talasemia dan tes hemoglobin melalui pengambilan darah di ujung jari. Untuk SMA/sederajat, terdapat 14 jenis pemeriksaan, dengan tambahan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Pelaksanaan program dilakukan dengan pembagian dua ruangan: satu untuk pemeriksaan fisik seperti gizi, tekanan darah, dan gigi, dan satu lagi untuk mata dan telinga. Pemeriksaan kebugaran akan dilakukan di lapangan oleh guru PJOK.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara tenaga kesehatan dari Puskesmas dengan guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Persiapan teknis dilakukan tujuh hari sebelum pelaksanaan, termasuk pembagian kuisioner kepada siswa dan orang tua, serta koordinasi teknis antara sekolah dan Puskesmas.

“Anak-anak SMP dan SMA bisa mengisi kuisioner sendiri, sementara untuk SD dibantu orang tua. Ini jadi bagian dari logistik dan personel yang kami siapkan,” ujar Maria.

Tindak lanjut hasil pemeriksaan akan dilakukan secara individual maupun kelompok. Anak dengan masalah kesehatan akan dirujuk ke Puskesmas, sedangkan jika ditemukan tren masalah tertentu secara kolektif, sekolah dan Puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi menyambut baik program ini dan menyebutnya sebagai bentuk nyata pendekatan “jemput bola” dalam pelayanan kesehatan nasional.

“Bukan hanya masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, tapi kini pemerintah hadir langsung ke sekolah-sekolah,” ujar Hasan.

Peluncuran nasional (kick-off) Program CKG Sekolah akan dilakukan secara serentak pada 4 Agustus 2025 di 12 lokasi sekolah/madrasah/pesantren yang tersebar di berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru