Selasa, 26 Mei 2026

Kemenkes RI dan TB Alliance Teken MoU untuk Perkuat Penanggulangan TB dan Penyakit Mikobakterial

Jumat, 01 Agustus 2025 07:12 WIB
Kemenkes RI dan TB Alliance Teken MoU untuk Perkuat Penanggulangan TB dan Penyakit Mikobakterial
Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan radiologi terhadap pasien sebagai bagian dari layanan penanggulangan TB di fasilitas kesehatan.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan TB Alliance menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis (TB), kusta, dan penyakit mikobakterial lainnya, baik di tingkat nasional maupun global.

Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan pengobatan inovatif, memperkuat sistem kesehatan nasional, serta mendorong inovasi dalam perawatan pasien. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen Indonesia dalam memperkuat perannya sebagai pemimpin dalam inovasi kesehatan global, khususnya dalam pengendalian TB.

Nota Kesepahaman tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup kerja sama, seperti pertukaran pengetahuan ilmiah, penelitian dan pengembangan, produksi lokal, alih teknologi, serta implementasi pengobatan TB generasi baru.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, dr Rizka Andalucia menyambut positif kerja sama ini. “Kami sangat antusias dengan kemitraan strategis bersama TB Alliance, yang mencerminkan komitmen kuat bangsa Indonesia untuk mengatasi TB dan penyakit mikobakterial terkait,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Kemenkes.

Menurutnya, kemitraan ini juga akan memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional serta mendukung para peneliti dalam menghadapi tantangan di masa depan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempertahankan posisi Indonesia sebagai pelopor inovasi kesehatan global.

Presiden dan CEO TB Alliance, Dr Mel Spigelman menegaskan pentingnya kerja sama ini dalam memperluas jangkauan pengobatan yang berfokus pada pasien.

“Kami bangga memulai kemitraan dengan Kementerian Kesehatan Indonesia, yang menegaskan visi bersama untuk mempercepat pengembangan dan implementasi pengobatan termutakhir yang berpusat pada pasien,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang memimpin dalam penerapan inovasi untuk eliminasi TB.

“Dengan komitmen kuat terhadap inovasi kesehatan dan kerja sama erat dengan institusi nasional, kita dapat lebih cepat mengembangkan terapi baru yang transformatif serta memastikan pengobatan tersebut menjangkau masyarakat yang membutuhkan, baik di Indonesia maupun dunia,” tambahnya.

Visi bersama ini telah diperkenalkan sebelumnya dalam High-Level Meeting on Tuberculosis yang diselenggarakan di Bali pada November 2024. Forum tersebut diprakarsai oleh Kemenkes RI dan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global untuk membahas strategi eliminasi TB.

Dalam forum tersebut, TB Alliance memaparkan strategi inovatif bertajuk “one by one”, yang menargetkan pemangkasan drastis waktu pengobatan TB. Strategi ini menargetkan TB laten dapat disembuhkan dalam satu hari, sementara TB aktif dapat ditangani dalam waktu satu bulan.

Pengembangan terapi dan teknologi baru yang tertuang dalam MoU ini dinilai sebagai faktor penting dalam mewujudkan pengobatan TB yang lebih cepat, efektif, dan merata.

Langkah ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pionir dalam pengembangan solusi kesehatan global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru