Selasa, 07 April 2026

DWP Kemenkes Gelar Aksi Donor Darah Peringati Hari Donor Darah Sedunia

Rabu, 30 Juli 2025 07:05 WIB
DWP Kemenkes Gelar Aksi Donor Darah Peringati Hari Donor Darah Sedunia
Sejumlah peserta donor darah tengah menjalani proses pengambilan darah dalam kegiatan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan RI di Aula Siwabessy, Gedung Prof Sujudi, Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud nyata program kerja di bidang sosial dan budaya.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan empat kali dalam setahun, dan kali ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni.

Aksi kemanusiaan ini berlangsung di Aula Siwabessy, Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, dengan mengusung tema “Berikan Darah, Berikan Harapan, Bersama Kita Selamatkan Nyawa.”

Tema ini mencerminkan semangat solidaritas dan kontribusi bersama dalam memenuhi kebutuhan darah, khususnya di rumah sakit vertikal binaan Kementerian Kesehatan.

Sebanyak 458 peserta terdaftar secara daring, terdiri dari pegawai Kemenkes dan masyarakat umum.

Dengan target 350 kantong darah, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan untuk menjamin ketersediaan darah yang aman dan mencukupi di fasilitas layanan kesehatan.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr Azhar Jaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa donor darah merupakan bentuk sedekah yang bernilai tinggi, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh pendonor dan penerima.

“Donor darah itu sedekah yang tidak butuh uang. Cukup dengan tubuh yang sehat, makan seperti biasa, hidup sehat, lalu donor. Justru setelah donor, tubuh kita menjadi lebih sehat lagi,” ujar dr Azhar.

Ia juga menambahkan bahwa tubuh manusia secara alami akan memproduksi darah baru yang lebih segar setelah mendonorkan darah, sebagai mekanisme alami yang turut menjaga kesehatan tubuh.

“Kalau ada orang sehat tapi enggan donor darah, menurut saya itu rugi. Karena Allah sudah menciptakan mekanisme luar biasa: donor darah memicu tubuh menghasilkan darah yang baru dan lebih sehat,” tambahnya.

Meski demikian, dr Azhar menyoroti masih adanya defisit darah secara nasional. Mengacu pada standar World Health Organization (WHO), setidaknya 2% dari populasi suatu negara idealnya menjadi pendonor aktif.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan minimal darah per tahun mencapai 5,6 juta kantong. Sementara itu, produksi darah saat ini baru mencapai 4,6 juta kantong per tahun.

“Kebutuhan naik, produksi naik, tapi selisih satu juta kantong itu masih tetap. Ini artinya, kita perlu terus kampanyekan pentingnya donor darah secara rutin,” tegasnya.

Menurutnya, darah merupakan satu-satunya bagian tubuh manusia yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun. “Kalau tulang bisa diganti pen, organ dibantu alat. Tapi darah? Hanya bisa diganti dengan darah,” jelas dr Azhar.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof Dante Saksono Harbuwono, yang turut hadir dan menyapa para pendonor, juga menyampaikan pentingnya donor darah bagi kesehatan individu.

“Tubuh menjadi lebih segar setelah donor. Ini membantu regenerasi sel darah dan menjaga kesehatan jantung. Donor darah adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang sederhana namun sangat bermakna,” ujarnya.

Prof Dante mengapresiasi antusiasme tinggi dari peserta dan berharap agar budaya donor darah dapat terus ditanamkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan empat Unit Transfusi Darah (UTD), yaitu:

1. UTD RSUPN Cipto Mangunkusumo

2. UTD RSUP Fatmawati

3. UTD RS Kanker Dharmais

4. UTD PMI Kota Tangerang (baru bergabung dalam kolaborasi kegiatan).

Turut hadir mendukung kegiatan ini antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan Ketua DWP Pusat, Ibu Ida Gunadi Sadikin, yang juga ikut mendonorkan darah secara langsung.

Kehadiran para pimpinan Kemenkes menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam mendukung ketersediaan darah yang aman dan cukup di seluruh fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan ini, DWP Kemenkes menegaskan bahwa donor darah adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan nyawa dan memperkuat semangat kemanusiaan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru