Kamis, 03 September 2026

Program “Ngador” Kembali Digulirkan, Pemko Bandung Targetkan 270 Anak Ikut Khitan Gratis

Selasa, 08 Juli 2025 07:21 WIB
Program “Ngador” Kembali Digulirkan, Pemko Bandung Targetkan 270 Anak Ikut Khitan Gratis
Tenaga medis melakukan tindakan khitan gratis kepada anak dalam program “Ngador” yang digelar di Masjid Jami Al-Muhyi, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Minggu (6/7/2025).
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung kembali menggulirkan program khitan gratis “Ngador” (ngahitan door to door) yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari janji kampanye yang akan terus dijalankan secara berkelanjutan.

“Program Ngador akan terus kita lanjutkan. Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan kesehatan yang merata dan adil bagi seluruh warga Kota Bandung,” ujar Erwin saat menghadiri kegiatan khitanan massal di Masjid Jami Al-Muhyi, Kecamatan Cicendo, Minggu.

Erwin mengungkapkan, mulai Agustus hingga Desember 2025, Pemko Bandung menargetkan sebanyak 270 anak akan mendapat layanan khitan gratis. Program ini dirancang berlangsung selama lima tahun ke depan dan akan dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga.

“Kalau ada yang mau daftar lagi, silakan. Kami akan datang langsung ke rumah untuk memastikan semua anak mendapatkan hak yang sama atas layanan kesehatan,” katanya.

Kegiatan khitanan massal yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Al-Muhyi kali ini menyasar 25 anak, termasuk anak-anak yatim piatu dari wilayah Kecamatan Cicendo.

Erwin memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, mulai dari panitia, tenaga medis, donatur, hingga masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya menyentuh aspek fisik dan kesehatan, tapi juga spiritual dan pendidikan. Anak-anak yang disunat akan lebih siap menjalankan ibadah, memahami adab bersuci, dan menjadi pribadi yang lebih taat,” tutur Erwin.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menegaskan pentingnya peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat. Ia mendorong agar masjid di Kota Bandung tetap terbuka 24 jam dan menjadi ruang inklusif bagi seluruh warga.

“Masjid harus menjadi tempat berkumpul, bermusyawarah, dan membangun gagasan untuk kebaikan umat. Saya yakin, orang-orang yang berkumpul di masjid memiliki akhlakul karimah dan semangat gotong royong,” ujarnya.

Erwin menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar seluruh panitia dan donatur mendapatkan balasan terbaik atas amal baiknya.

“Ini bukan hanya tentang sunat, tetapi tentang empati, tentang keadilan sosial, dan tentang kehadiran pemerintah dalam mendampingi warganya dari hal-hal paling mendasar,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Gerakan Pangan Murah Digelar di Tarutung, Harga Beras hingga Telur di Bawah Pasaran
Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam
427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi
Patroli Jalan Kaki Satgas Damai Cartenz di Muara Puncak Jaya, Sapa Warga dan Bagikan Makanan Ringan
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Terapkan Sistem Asrama, Siswa Dilatih Mandiri dan Disiplin
Bobby Nasution Wacanakan Penurunan PKB di Daerah Tertentu untuk Pemerataan PAD
komentar
beritaTerbaru