Selasa, 07 April 2026

Stunting Nasional Turun Jadi 19,8%, Kemenkes RI Umumkan Hasil SSGI 2024

Kamis, 29 Mei 2025 07:19 WIB
Stunting Nasional Turun Jadi 19,8%, Kemenkes RI Umumkan Hasil SSGI 2024
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan sambutan dalam acara Diseminasi Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes RI, Jakarta, pada Senin (26/5/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) secara resmi mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam kegiatan diseminasi nasional yang digelar secara luring di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes, Senin.

Survei nasional yang menjadi rujukan utama dalam upaya percepatan penurunan stunting ini mencatat bahwa prevalensi stunting nasional turun dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024. Angka ini melampaui target tahunan 2024 yang ditetapkan sebesar 20,1%.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras lintas sektor dan menjadi langkah penting menuju target penurunan stunting nasional menjadi 14,2% pada 2029, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun bersama Sekretariat Wakil Presiden dan Bappenas.

“Target ini tidak mudah, tapi cukup menantang untuk dikejar. Dari angka 21,5% di 2023, kita harus turun ke 14,2% di 2029, artinya kita harus menurunkan sekitar 7,3% dalam lima tahun,” tegas Menkes.

Ia juga menambahkan bahwa penurunan sebesar 0,3% dari target 2024 merupakan hasil positif yang perlu dijaga momentumnya.

Dalam upaya menurunkan angka stunting secara nasional, pemerintah akan memperkuat intervensi di enam provinsi dengan jumlah balita stunting terbesar, yaitu:

Jawa Barat (638.000 balita),

Jawa Tengah (485.893),

Jawa Timur (430.780),

Sumatera Utara (316.456),

Nusa Tenggara Timur (214.143),

dan Banten (209.600).

“Kalau enam provinsi ini bisa kita turunkan 10%, maka secara nasional kita bisa turun 4–5%. Karena 50% anak stunting ada di enam daerah ini,” ujar Menkes Budi.

Menkes menekankan pentingnya intervensi sejak masa kehamilan dan remaja putri, termasuk melalui:

Pengukuran lingkar lengan dan kadar hemoglobin (Hb),

Distribusi tablet tambah darah,

Suplementasi mikronutrien,

Penguatan pelayanan di Posyandu melalui distribusi 300.000 alat antropometri,

Program ASI eksklusif,

Pemberian Makanan Tambahan (PMT),

dan Imunisasi rutin.

“Stunting itu terjadi bukan setelah lahir, tapi bahkan sejak dalam kandungan. Maka intervensi kepada ibu hamil sangat penting,” tambahnya.

Kepala BKPK Kemenkes RI, Prof Asnawi Abdullah menjelaskan bahwa hasil SSGI 2024 menunjukkan langkah maju dalam pencegahan stunting, termasuk mencegah sekitar 337.000 balita dari risiko stunting, melampaui target tahunan RPJMN sebesar 325.000 balita.

Namun, ia mencatat bahwa masih terdapat variasi prevalensi antarwilayah dan kelompok sosial ekonomi, dengan angka stunting yang jauh lebih tinggi pada kelompok pendapatan sangat rendah.

"Data ini menjadi sangat penting sebagai dasar kebijakan berbasis bukti untuk menajamkan intervensi, terutama di kelompok paling rentan,” ungkap Prof Asnawi.

SSGI 2024 dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan dukungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan internasional seperti WHO, SEAMEO RECFON, dan Prospera.

Seluruh hasil survei telah dikompilasi dalam bentuk buku dan dapat diakses publik melalui laman resmi BKPK Kemenkes RI.

“Tujuan utama diseminasi ini adalah agar data SSGI dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan, evaluasi program, dan identifikasi wilayah prioritas,” tutup Prof Asnawi.

Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, mitra pembangunan, akademisi, serta masyarakat luas untuk menjaga momentum penurunan stunting dan bersama-sama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru