Selasa, 07 April 2026

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Nasional

Senin, 12 Mei 2025 07:22 WIB
Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Nasional
Para narasumber dan peserta Focus Group Discussion "Penerapan One Health dalam Pengendalian Penyakit Avian Influenza di Pasar Tradisional dan Rumah Potong Hewan Unggas Skala Kecil" berfoto bersama usai acara yang digelar di IPB International Convention Ce
Bogor (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan hewan nasional dengan mengadopsi pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.

Setelah berhasil menanggulangi flu burung di sektor hulu melalui penerapan biosekuriti dan vaksinasi, kini perhatian diarahkan ke sektor hilir, terutama pasar unggas hidup dan rumah potong hewan unggas (RPHU) skala kecil.

Direktur Kesehatan Hewan, Imron Suandy dalam sambutannya secara daring pada diskusi di IPB International Convention Center menyampaikan bahwa penanggulangan flu burung harus semakin komprehensif, mengingat wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) masih melanda berbagai belahan dunia sejak 2021.

“Bahkan Amerika Serikat terdampak serius oleh HPAI, mulai dari kelangkaan telur hingga melonjaknya harga akibat pasokan ayam yang terganggu dan munculnya kasus pada manusia,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Kementan.

Indonesia dinilai relatif aman dari wabah HPAI lintas benua berkat kolaborasi para pemangku kepentingan.

Pendekatan public-private partnership dalam biosekuriti on-farm, vaksinasi, dan pembentukan kompartemen bebas penyakit menjadi kunci keberhasilan.

Selain itu, program Influenza Virus Monitoring (IVM) yang telah berjalan lebih dari satu dekade memastikan efektivitas vaksin terhadap virus yang terus bermutasi.

Program ini bahkan dijadikan rujukan oleh negara-negara anggota World Organisation for Animal Health (WOAH).

“Melalui kemitraan publik-swasta, kami tidak hanya menjamin mutu vaksin, tetapi juga memastikan produksinya mencukupi kebutuhan nasional dan mampu memenuhi permintaan ekspor,” tambah Imron.

Diskusi ini merupakan bagian dari kolaborasi riset IPB University, Universitas Indonesia, Wageningen University, dan Utrecht University yang didanai LPDP.

Fokusnya adalah memperkuat mitigasi risiko flu burung di sektor hilir, termasuk melalui pembentukan Kader Kesehatan Unggas (KaderKU) sebagai garda terdepan penanggulangan zoonosis di masyarakat.

Perwakilan Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI), Baskoro Tri Caroko menekankan pentingnya menjaga pasar tradisional dan RPHU kecil sebagai simpul ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

“Pasar dan RPHU kecil adalah tulang punggung UMKM dan distribusi protein hewani. Jika tidak dijaga, kerentanan pangan meningkat, terutama bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Ia mendorong agar hasil riset bisa langsung diterapkan oleh pelaku usaha kecil, antara lain melalui penyusunan SOP sederhana untuk KaderKU, penyediaan rekaman pengecekan sanitasi, dan kampanye kebersihan yang praktis.

Ia juga menyoroti pentingnya kendaraan angkut unggas yang steril dan pengendalian stok ayam agar tidak menumpuk di pasar.

Ke depan, restrukturisasi pasar unggas hidup juga akan digalakkan untuk mendorong masyarakat beralih ke konsumsi daging unggas yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) ber-Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dengan sistem rantai dingin.

Perubahan konsumsi yang didorong oleh kesadaran konsumen ini dinilai lebih berkelanjutan, didukung dengan peningkatan investasi RPHU dan fasilitas penyimpanan dingin oleh dunia usaha.

Kementan berharap model kolaboratif lintas sektor ini dapat menjadi contoh nasional dalam pengendalian zoonosis berbasis masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan, serta melindungi ekonomi akar rumput dari ancaman pandemi hewan.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing unggas dan produk unggas Indonesia di pasar global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru