Selasa, 07 April 2026

Taj Yasin Dorong Sekolah Jaring Pendonor Pemula Lewat Sosialisasi Donor Darah

Jumat, 25 April 2025 07:35 WIB
Taj Yasin Dorong Sekolah Jaring Pendonor Pemula Lewat Sosialisasi Donor Darah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Bidang Organisasi dan Silaturahmi PMI Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Kantor PMI Provinsi Jawa Tengah, Rabu (23/4/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendorong regenerasi pendonor darah melalui sosialisasi aktif ke sekolah-sekolah.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah di Kantor PMI Provinsi Jateng, Rabu.

Menurut Taj Yasin, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah sudah cukup tinggi. Namun, sebagian besar pendonor aktif saat ini berasal dari kelompok usia senior, sehingga dibutuhkan upaya menyasar kelompok usia muda, khususnya pelajar usia 17 tahun.

“Kita ingin menyisir lagi di kalangan usia 17 tahun. Kita akan sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan ini akan kita gabungkan dengan program pemerintah provinsi, seperti penanganan stunting dan edukasi kesehatan,” ujarnya.

Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, menambahkan bahwa sosialisasi ini dapat dijalankan bersamaan dengan program Spelling (Spesialis Keliling) yang digagas bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Program ini memungkinkan penyuluhan kesehatan secara langsung dan terintegrasi.

“Pendonor lama banyak yang sudah waktunya istirahat, walaupun secara resmi tidak ada usia pensiun. Tapi siklus harus berjalan, kita perlu orang-orang baru,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga mengapresiasi kinerja relawan PMI yang selama ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan, terutama dalam situasi bencana. Ia menilai PMI telah menunjukkan respons cepat dan konsistensi dalam menyalurkan bantuan.

“Insan kemanusiaan itu tidak hanya harus sigap dan cepat, tapi juga konsisten,” tegasnya. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah.

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, melaporkan bahwa hingga kini terdapat 31 Unit Donor Darah (UDD) di wilayah Jawa Tengah yang telah meraih akreditasi dengan predikat purna. Sementara empat kabupaten lainnya yakni Wonosobo, Demak, Magelang, dan Grobogan masih dalam proses.

Ia juga menginformasikan keterlibatan PMI dalam penanganan bencana di berbagai daerah. Di antaranya adalah 19 korban terdampak di Pekalongan, dan 114 rumah roboh di Sirampok, Brebes. PMI juga menangani musibah tanah bergerak di Banjarnegara serta banjir bandang di Grobogan dan Rembang.

“Provinsi sudah turun ke lokasi, bantuan juga sudah dikirim,” ujar Sarwa.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pendonor muda dan memperkuat kapasitas PMI dalam menghadapi berbagai situasi darurat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru