Selasa, 07 April 2026

Setiap Tahun 36 Ribu Kasus Baru, Kemenkes Perkuat Upaya Eliminasi Kanker Serviks

Jumat, 25 April 2025 07:27 WIB
Setiap Tahun 36 Ribu Kasus Baru, Kemenkes Perkuat Upaya Eliminasi Kanker Serviks
Ilustrasi Kanker Serviks.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam upaya eliminasi kanker serviks di Tanah Air. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Prof Dante Saksono Harbuwono, dalam diskusi bertajuk “Reafirmasi Komitmen Eliminasi Kanker Serviks” yang digelar di Jakarta.

Prof Dante mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya jumlah kasus kanker serviks di Indonesia. Saat ini, kanker serviks menjadi jenis kanker terbanyak kedua, dengan lebih dari 36 ribu kasus baru terdeteksi setiap tahunnya. Mirisnya, sekitar 70 persen dari kasus tersebut baru diketahui saat sudah berada pada stadium lanjut.

“Harapan saya, diskusi ini bisa membuka sudut pandang baru, melahirkan solusi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, swasta, praktisi, maupun masyarakat luas,” ujar Wamenkes.

Ia menekankan bahwa rendahnya angka deteksi dini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat kanker serviks. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan langkah promotif dan preventif sebagai prioritas utama, antara lain melalui vaksinasi HPV dan skrining berkala.

Sebagai bentuk keseriusan, Kementerian Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks yang mencakup tiga pilar utama. Pilar pertama, vaksinasi HPV bagi anak perempuan dan laki-laki usia 15 tahun. Pilar kedua, skrining HPV DNA untuk perempuan usia 39 tahun. Dan pilar ketiga, penanganan medis sesuai standar bagi penderita kanker serviks invasif.

“Jika ketiga pilar ini dijalankan secara komprehensif dan terkoordinasi, saya optimis kita dapat menurunkan angka kematian dan mencapai eliminasi kanker serviks di seluruh Indonesia,” tegas Prof Dante.

Rencananya, mulai tahun 2025, layanan skrining HPV DNA akan diintegrasikan ke dalam program pemeriksaan kesehatan gratis. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi dini dan mencegah penyakit berkembang ke stadium lanjut.

Namun demikian, Prof Dante mengakui adanya tantangan besar yang harus dihadapi, terutama menyangkut keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil dan kepulauan.

Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan akan membangun laboratorium pendukung di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Kehadiran laboratorium ini diharapkan dapat mempercepat proses diagnosis kanker serviks, khususnya di fasilitas kesehatan yang belum memiliki sarana memadai.

Kemenkes juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan Puskesmas, agar pemeriksaan kanker serviks dapat menjadi layanan rutin yang efektif, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru