Selasa, 07 April 2026

Keberhasilan Program Penemuan Kasus Aktif: Satu RW di Kota Malang Bebas TBC

Sabtu, 19 April 2025 10:18 WIB
Keberhasilan Program Penemuan Kasus Aktif: Satu RW di Kota Malang Bebas TBC
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rontgen dada kepada warga sebagai bagian dari skrining tuberkulosis (TBC) melalui metode active case finding di Pustu Sukun, Kota Malang. (Dok/Kemenkes)
Malang (buseronline.com) - Keberhasilan salah satu rukun warga (RW) di Kota Malang yang dinyatakan bebas dari tuberkulosis (TBC) menjadi bukti keberhasilan program penemuan kasus aktif yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, dalam kunjungannya ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (17/4/2025).

Prof Dante meninjau Puskesmas Pembantu (Pustu) Sukun dan Puskesmas Janti untuk melihat langsung pelaksanaan strategi penemuan kasus aktif TBC, yang bertujuan mendeteksi kasus TBC yang tidak bergejala, khususnya pada kontak erat pasien.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan, "Di Pustu Sukun, saya melihat strategi active case finding berjalan dengan baik. Ini sangat penting untuk mendeteksi TBC, terutama pada mereka yang tinggal serumah dengan pasien."

Program penemuan kasus aktif ini merupakan bagian dari inisiatif percepatan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka TBC di Indonesia.

Program ini menekankan pentingnya pemeriksaan dini pada kontak erat pasien TBC agar pengobatan dapat segera dilakukan apabila ditemukan kasus positif.

Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan RW di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, yang bebas TBC setelah sebelumnya mencatatkan 14 kasus pada tahun 2023. Berkat upaya intervensi aktif dan penanganan yang tepat, seluruh kasus berhasil disembuhkan dalam waktu dua tahun.

Prof Dante mengungkapkan rasa optimisme, “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang maksimal kepada masyarakat, kita bisa mengeliminasi TBC dari wilayah-wilayah di Indonesia."

Selain memantau program TBC, Prof Dante juga berdialog dengan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat untuk mendengar aspirasi mereka. Dalam kesempatan ini, ia juga mensosialisasikan rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

Koperasi ini akan memiliki unit fungsional di bidang kesehatan, seperti apotek dan klinik desa, untuk memperluas akses layanan kesehatan di pedesaan.

"Kami menargetkan untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih di lebih dari 80 ribu desa di Indonesia. Dengan pendekatan ini, layanan kesehatan akan lebih dekat, mudah dijangkau, dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Prof Dante.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama di pedesaan, dapat semakin terbuka lebar. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru